Siti Hediati Hariyadi (lahir 14 April 1959), lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto, adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Ia merupakan putri dari Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.[1] Ia juga merupakan mantan istri Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto. Kini ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Titiek mulai pendidikannya di SD Cikini.[6] Ia kemudian mengenyam pendidikan di SMP Negeri 1 Jakarta[7] dan SMA Negeri 3 Jakarta (pada tahun 1974–1977).[8] Titiek pernah mengaku bahwa semasa kecil ia sedikit bandel dan ibundanya mendidiknya sedikit keras. Bila sekali-sekali ia ingin bolos sekolah, Ibu Tien pasti bilang: "Kalau kamu tidak sekolah berarti kamu sakit kan? Kalau sakit, berarti kamu tidak boleh keluar kamar".[6]
Ia kemudian memilih untuk kuliah di Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia (FEUI) dengan jurusan Akuntansi.[7][8] Saat masih kuliah di FEUI, Titiek pernah diajar oleh dosen yang kemudian menjadi mertuanya, Soemitro Djojohadikusumo. Saat Titiek diperkenalkan pertama kali sebagai pacar oleh Prabowo Subianto, Soemitro mengatakan,"She looks familiar". Setelah menjalin hubungan selama hampir dua tahun, Titiek yang masih kuliah menikah dengan Prabowo pada tahun 1983.[1][9]
Titiek lulus dari FEUI pada tahun 1985 dan meraih gelar Sarjana Ekonomi.[10] Upacara wisudanya dihadiri oleh anggota keluarganya, termasuk ibunya (yang saat itu menjabat sebagai
Ibu Negara) dan suaminya, Prabowo (yang saat itu berpangkat Mayor).[11]
Karier
Karier bisnis
Sejak tahun 1980-an, Titiek dikenal sebagai pengusaha. Ia pernah berbisnis semen dengan adik iparnya Hashim Djojohadikusumo. Ia juga berada di jajaran direksi dan menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya sebagai Komisaris di PT Mekar Unggul Sari yang bergerak di bidang rekreasi dan hortikultura sejak 1994, Komisaris di PT Bursa Efek Jakarta pada 1995-1998, dan Komisaris Utama PT Abhitama.[1] Bisnisnya terus melebar, ia juga merambah ke industri televisi. Pada Juli 2005 Titiek yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Abhitama membeli 25 persen saham kepemilikan PT Surya Citra Media Tbk dan ia kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Surya Citra Media.[1][12]
Karier politik
Pada tahun 2012, Titiek memutuskan untuk aktif berpolitik sebagai kader Partai Golongan Karya. Saat itu, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Nelayan DPP Partai Golkar sampai 2014.[13] Kiprahnya di politik mendorongnya untuk ikut serta dalam Pemilu Legislatif 2014 dan berhasil memperoleh kursi dapilDaerah Istimewa Yogyakarta. Pada Juni 2018, Titiek memutuskan untuk mundur dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya.[14]
Pada tahun 2023, Titiek bergabung dengan Partai Gerindra dan diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.[15] Ia juga ikut serta kembali dalam Pemilu Legislatif 2024 untuk Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta.[16] Ia memperoleh suara terbanyak ke-2 di daerah pemilihan tersebut, dan mengamankan satu kursi untuk Gerindra.[2] Ia terpilih sebagai Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kelautan). Titiek menyebutkan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mempercepat ketahanan pangan dan swasembada pangan.[17]
Aktivitas sosial
Selain berkiprah di bidang politik, Titiek juga berkiprah di bidang sosial dan budaya.
Pada bulan Mei 2006 Titiek dua kali tampil di depan publik. Pertama, menjenguk dan memberikan bantuan bagi pengungsi Gunung Merapi. Di sinilah Titik menyatakan permintaan maaf sang ayah, Soeharto.[butuh rujukan] Ketika gempa datang, Titiek muncul lagi di Yogyakarta dengan membawa bingkisan "85 tahun Pak Harto" untuk para korban musibah. Di sini, Titik menyampaikan salam Pak Harto bagi warga setempat.[butuh rujukan]
Pada tahun 2010, Titiek terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) untuk masa jabatan 2010-2014 dengan dukungan 23 Pengurus Daerah dalam Musyawarah Nasional Perpani.[21] Pada tahun 2014, ia kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia untuk masa jabatan 2014-2018.[22][23]
Titiek dipercaya memimpin Yayasan Seni Rupa Indonesia untuk masa bakti 2010 sampai 2015.[7] Di tahun 2014, ia juga dipilih sebagai salah satu juri pada acara Puteri Indonesia 2014.[24] Di tahun 2025, ia kembali tampil sebagai anggota juri Puteri Indonesia 2025.[25]
Sejak tahun 2023, Titiek tercatat sebagai Ketua Umum Himpunan Ratna Busana (HRB), sebuah komunitas dengan misi untuk melestarikan, memasyarakatkan dan menumbuhkan rasa cinta pada busana daerah dan busana Nasional Indonesia.[27][28]
Titiek dan Prabowo dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Ragowo Hediprasetyo (Didit).[30]
Pernikahan Titiek dan Prabowo berakhir dengan perpisahan pada tahun 1998.[1] Namun, keduanya tetap dekat dan saling mendukung karier politik masing-masing. Titiek selalu setia mendampingi Prabowo tiap kali mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (seperti pada tahun 2014,[31] 2019,[32] dan 2024[33]). Keduanya bahkan memilih untuk tidak menikah lagi dengan orang lain hingga kini.[1]
Penghargaan
Pada 5 Mei 2025, Titiek meraih penghargaan Outstanding Woman in Preserving the Traditional Fabric Industry di Indonesia Leading Women Awards 2025 dari CNN Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan berkat kontribusi Titiek dalam pelestarian kain tradisional Indonesia sebagai Ketua Umum Himpunan Ratna Busana (HRB).[27]