Silih asuh: saling mengasuh; saling membimbing.[1]
Makna filosofis
Ketiga macam Silih di atas, digunakan sebagai filsafat hidup yang dianut mayoritas masyarakat Sunda. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.[2] Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi dalam pengertian harfiah. Berbeda dengan peradaban masyarakat lain di Nusantara, peradaban masyarakat yang menghuni wilayah barat dayakepulauan Sunda Besar yang berpenduduk asli dan berbahasa Sunda sangat dipengaruhi oleh alam yang subur dan alami.[butuh rujukan] Itulah sebabnya, dalam interaksi sosial, masyarakat di sana menganut falsafah seperti di kutip di atas.[2]
Referensi
1234"Silih". Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kamus versi online/daring. Diakses tanggal 31 Maret 2014.