Salam tersebut sempat menimbulkan polemik saat Majelis Ulama IndonesiaJawa Timur mengharamkan salam tersebut dengan alasan kata "assalamualaikum" adalah kata doa.[3] Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VII menyatakan pengucapan salam merupakan doa yang bersifat ubudiah. Karena itu, pengucapan salam harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampuradukkan dengan ucapan salam dari agama lain.[4] Dalam perspektif Islam, salam lintas agama, yang memuat redaksi doa yang ditujukan tidak hanya kepada tuhan selain Allah, mengandung unsur pengakuan terhadap tuhan selain Allah sehingga mengingkari prinsip dasar tauhid dan akidah.[5] Meskipun demikian, Nahdlatul Ulama Jawa Timur tidak melarang masyarakatnya untuk menggunakan salam tersebut.[6][7][8]
Isi salam
Dalam kebanyakan acara resmi kenegaraan, salam pembuka yag sering diucapkan oleh para pejabat negara adalah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan yang mencakup salam untuk 6 agama resmi yang diakui di Indonesia.[9]
Berikut adalah arti dari salam yang sering diucapkan dalam salam ke semua agama tersebut:[10]
Islam: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu "semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian"
Kristen Katolik: Salam Sejahtera bagi Kita Semua, Salve
Kristen Protestan: שָׁלוֹם Shalom "Damai"
Hindu: ᬒᬁ ᬲ᭄ᬯᬲ᭄ᬢ᭄ᬬᬲ᭄ᬢᬸ Om Swastyastu "semoga dalam keadaan selamat atas karunia dari Hyang Widhi"
Kong Hu Cu: Salam Kebajikan atau Wei De Dong Tian (惟德動天) "Hanya Kebajikanlah Yang Bisa Menggerakkan Tian (Tuhan)"
Beberapa salam lain yang bersifat kesukuan kadang juga disebutkan setelah salam agama:
Jawa: (ngoko) ꦫꦲꦪꦸ Rahayu, (krama) ꦫꦲꦗꦼꦁ Rahajeng (selamat, sejahtera, beruntung, terhindar dari malapetaka atau kesengsaraan)[11]
Sunda: ᮞᮙ᮪ᮕᮥᮛᮞᮥᮔ᮪ Sampurasun: sampurna ning ingsun (semoga sempurna diri anda), kemudian dijawab Rampes: Rampa salira (semoga sempurna juga diri anda). rampa: raga. salira: kamu
Di Malaysia, salam untuk tiga ras utama (Melayu, Tionghoa dan India) dipopulerkan oleh Syed Saddiq, mantan menteri olahraga dan pemuda Malaysia. Ia sering kali membuka pembicaraannya dengan Assalamualaikum, Da Jia Hao (大家好), Eppadi Irukinga Vanakkam (எப்படி இருக்கீங்க வணக்கம்). Salam khas ini bahkan sempat viral di antara warganet Malaysia.[17][18]
↑Poerwadarminta, W.J.S (1939). Bausastra Jawa[Kamus bahasa Jawa] (dalam bahasa Jawa). Batavia: J.B. Wolters. hlm.517. rahayu: n. rahajêng k slamêt, bêgja, luput ing kacilakan ut. kasangsaran.