Kehidupan pribadi
Sides Sudyarto DS memiliki nama asli Sudiharto. Dia lahir dan dibesarkan di Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Sides pernah menjalani profesi sebagai guru sekolah dasar. Sambil mengajar, dia sekolah lagi di SMA PGRI Tegal, jurusan Sastra Budaya. Hijrah ke Jakarta, bekerja sebagai penarik becak selama dua tahun sambil kuliah di Universitas Indonesia, jurusan Sastra Belanda (pagi). Sorenya kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA). Kemudian alih profesi sebagai angota redaksi majalan Bobo. Selanjutnya menjadi reporter harian umum Kompas, bidang seni budaya, kemudian beralih ke bidang Politik Internasional.
Sambil bekerja sebagai wartawan, dia menulis di Majalah Sastra pimpinan H.B. Jassin, menulis di majalah kebudayaan Horison, majalah Kartini, Budaya Jaya Ulumul Quran, Harian Sinar Harapan, Harian Suara Pembaruan, Warta Harian, Harian Jurnal Indonesia, dan Harian Republika.[5]
Sides juga menulis dan menerjemahkan cerita anak-anak, contoh buku puisi anak-anak: Lilin-Lilin 45, Pahlawan dalam Puisi, dan Pancasila dalam Puisi. Ia juga menerbitkan buku kumpulan puisi: Kebatinan, Lapar, dan Tiang Gantungan. Karya fiksi yang ditulisnya antara lain Rona Hati Kekasih (novel remaja) dan kumpulan cerita pendek: Salat Lebaran di Kamp Konsentrasi.
Selain menjadi wartawan dan sastrawan, Sides juga kerap diundang sebagai pembicara dalam ceramah sastra dan penulisan kreatif di berbagai kota di Indonesia, juga ceramah Pancasila dan Kebudayaan untuk Komunitas Neo Humanista di Sao Paulo, Brasil. Tahun 2009 ia menyelesaikan manuskrip buku Sastra Pembebasan Amerika Latin dan Australia, Sebuah Negeri Puisi.