Latar belakang
Rahadi Zakaria mengawali kariernya sebagai wartawan. Ia dikenal sebagai sosok sederhana. Ke mana pun pergi, dia selalu memanfaatkan transportasi umum. Kebiasaan itu terbawa ketika mengemban tugas sebagai anggota Komisi II DPR RI. Dari situ, dia dapat menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat untuk kemudian dibawa ke dalam pembahasan komisi bersama mitra kerjanya, pemerintah.[2]
Di tengah kesibukan menjalani tugas sebagai anggota legislatif, Rahadi juga menyisakan waktu untuk berkarya dalam bentuk puisi. Sejak muda, puisi-puisinya banyak dimuat di majalah dan koran nasional. Sedangkan geguritan (puisi berbahasa Jawa) dimuat surat kabar Dharma Nyata, Kumandang, dan Sekar Jagad. Selain puisi, Rahadi juga gemar menulis cerpen dan cerita anak-anak yang dimuat di Sinar Harapan, Suara Karya, Berita Yudha, Kawanku, Tomtom, Kucica, SKM Simponi, SKM Swadesi, Majalah Dewi, dan beberapa penerbitan lainnya. Ketokohannya baik di dunia politik maupun sastra menjadikan dirinya kerap diundang sebagai pembicara, seminar, maupun narasumber di sejumlah televisi.[3]