Fokus bab ini adalah pada Abraham, yang imannya "diperhitungkan (atau diperhitungkan) kepadanya sebagai kebenaran" (Roma 4:3). Ringkasan bab Alkitab Jenewa menyatakan bahwa "sepuluh kali dalam bab ini [Paulus] menekankan kata ini, Imputasi.[5]
Dan tanda sunat itu diterimanya (Abraham) sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka.[8]
Setelah Abraham percaya kepada Tuhan, "dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran",[9] barulah peraturan sunat diberikan kepada Abraham.[10]
Ayat 22
Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.[11]
Dalam ilustrasi Paulus mengenai pembenaran dalam pasal 4 ini (Roma 4:1–25), tidak pernah dikatakan bahwa kebenaran Allah atau kebenaran Kristus benar-benar diperhitungkan atau dipindahkan kepada orang percaya. Kita harus hati-hati untuk tidak menerangkan pembenaran dengan mengatakan bahwa itu sesuatu yang datang karena Kristus menaati hukum Taurat Perjanjian Lama dan dipindahkan kepada orang percaya. Jikalau demikian, maka iman itu berbeda dari iman Abraham yang diperhitungkan sebagai kebenaran (Roma 4:12) sehingga menghapuskan janji itu (Roma 4:14), dan menjadikan keselamatan sebagai hasil dari jasa dan bukan hasil kasih karunia (Roma 4:16). Paulus dengan tegas mengatakan bahwa pembenaran dan kebenaran diberikan "bukan karena hukum Taurat" (Roma 4:13), melainkan melalui kemurahan, kasih karunia, kasih dan pengampunan Allah (Roma 4:6–9), dan bahwa iman Abraham (yaitu, kepercayaannya, hubungan kasih sayang dengan Allah, dan keyakinan yang tidak goyah akan Allah dan janji-Nya) diperhitungkan sebagai kebenaran oleh kemurahan dan kasih karunia Allah (Roma 4:16–22).[7]
Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 24tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 25yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.[12]
↑Donaldson, Terence L. (2007). "63. Introduction to the Pauline Corpus". Dalam Barton, John; Muddiman, John (ed.). The Oxford Bible Commentary (Edisi first (paperback)). Oxford University Press. hlm.1077. ISBN978-0199277186.
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.