Meskipun bab ini berisi rekomendasi pribadi Paulus, salam pribadi, nasihat terakhir, kasih karunia, salam dari rekan-rekan, identifikasi penulis/amanuensis dan berkat,[5]Martin Luther mencatat bahwa itu
juga mencakup peringatan yang bermanfaat terhadap doktrin-doktrin manusia yang diberitakan berdampingan dengan Injil dan yang sangat merugikan. Seolah-olah ia telah melihat dengan jelas bahwa dari Roma dan melalui orang-orang Romawi akan muncul Kanon dan Dekrit yang menyesatkan dan merugikan, beserta seluruh hukum dan perintah manusia yang kini menenggelamkan seluruh dunia dan telah menghapuskan surat ini dan seluruh Kitab Suci, beserta Roh dan iman. Tidak ada yang tersisa selain Perut berhala, dan Santo Paulus menggambarkan orang-orang itu di sini sebagai hamba-hambanya. Semoga Tuhan menyelamatkan kita dari mereka. Amin.[6]
Dari pasal ini, diperoleh nama-nama sejumlah anggota jemaat gereja di Roma yang secara khusus diberi salam oleh Paulus melalui surat tersebut, yaitu:
16:3-5 Priskila dan Akwila, "teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka."
16:5 Epenetus, "saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus."
16:6 Maria, "yang telah bekerja keras untuk kamu."
16:7 Andronikus dan Yunias, "saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku." Ada yang menganggap Yunias ini sama dengan Yohana (istri Khuza), meskipun tidak ada bukti yang menguatkan.
16:15 Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.
Jemaat Gereja di Korintus
Dari pasal ini, diperoleh nama-nama sejumlah anggota jemaat gereja di Korintus, tempat Paulus menulis surat tersebut, yang secara khusus mengirim salam kepada jemaat gereja di Roma:
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea (TB)[7]
Istilah "yang melayani jemaat" dalam bahasa Yunani menunjukkan jabatan Febe sebagai diaken dalam gereja di Kengkrea, yaitu kota pelabuhan yang melayani kota besar Korintus. Dalam perjalanan penginjilan yang kedua sewaktu hendak berangkat dari Korintus ke Siria bersama Priskila dan Akwila, Paulus pernah mengunjungi Kengkrea, di mana Paulus mencukur rambutnya, "karena ia telah bernazar".[8].
Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. (TB)[10]
Tertius kemungkinan adalah bekas budak yang secara khusus pernah dididik untuk menuliskan surat-surat untuk tuannya, suatu hal yang umum pada zaman itu. Satu-satunya jurutulis yang disebut namanya dari semua surat-surat Paulus.
↑Donaldson, Terence L. (2007). "63. Introduction to the Pauline Corpus". Dalam Barton, John; Muddiman, John (ed.). The Oxford Bible Commentary (Edisi first (paperback)). Oxford University Press. hlm.1077. ISBN978-0199277186.
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.