Pengembangan internasional
Pada tahun 1997, Raffles membuka Grand Hotel d'Angkor yang baru saja direnovasi di Siem Reap, Kamboja, sekaligus menandai peluncuran merek sanggraloka mewahnya.[2]
Pada bulan April 2001, Raffles Holdings mengakuisisi Swissôtel milik Swissair dengan harga €268 juta, sehingga meningkatkan jumlah kamarnya sebesar 139% menjadi 13.500 unit di 17 negara.[3]
Pada tahun 2005, Colony Capital membeli Raffles Holdings dengan harga $1 miliar dari Pemerintah Singapura. Raffles dan Swissôtel kemudian bergabung dengan Fairmont Hotels ke dalam FRHI Hotels & Resorts pada tahun 2006.[4] Pada bulan Juni 2005, Raffles Hotels menandatangani kontrak dengan Wafi Group untuk konstruksi Raffles Dubai, yang merupakan properti pertama Raffles di Timur Tengah, dan resmi dibuka pada tahun 2007.[5]
Pada bulan Maret 2009, Raffles Hotels and Resorts menandatangani perjanjian dengan King Holding Company untuk dapat mengoperasikan Le Royal Monceau di Paris, yang dibuka kembali pada tahun 2010 setelah direnovasi selama 2 tahun.[6]
Pada tahun 2015, Accor mengumumkan akusisi Fairmont Raffles Hotels International (FRHI), sehingga menambah Raffles Hotels & Resorts, Fairmont Hotels & Resorts, dan Swissôtel ke dalam portofolio hotel mewahnya.[7]
Setelah Hinduja Group dan Obrascón Huarte Lain membeli War Office di London, mereka memutuskan untuk mengubah gedung administrasi tersebut menjadi sebuah hotel dan mengadakan kesepakatan dengan Accor pada bulan Juni 2017 untuk menambahnya ke dalam portofolio Raffles.[8]