Antiperadangan nonsteroid, (Bahasa Inggris: non-steroidal anti-inflammatory drugs, disingkat NSAIDs) atau obat antiinflamasi nonsteroid[2] (disingkat OAINS) adalah kelas obat yang sama-sama memberikan efek analgesik (antinyeri) dan antipiretik (penurun panas), dan dalam dosis yang lebih tinggi berefek anti-inflamasi. Istilah "nonsteroid" membedakan obat ini dari anti-inflamasi lain yaitu "steroid", yang bekerja menekan produksi eikosanoid. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1960, digunakan untuk menjauhkan obat baru dari tragedi iatrogenik terkait steroid.[3]
Klasifikasi
OAINS dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur kimianya atau mekanisme aksi. OAINS lebih tua dikenal jauh sebelum mekanisme aksi mereka itu dijelaskan dan untuk alasan ini diklasifikasikan oleh struktur atau asal kimia. Zat baru lebih sering diklasifikasikan berdasarkan mekanisme aksi.
↑Consolidated List of products whose consumption and/or sale have been banned, withdrawn, severely restricted or not approved by Governments, United Nations, 2003, p. 123 link to 2005 ed
↑Fung, M.; Thornton, A.; Mybeck, K.; Wu, J. H.-h.; Hornbuckle, K.; Muniz, E. (1 January 2001). "Evaluation of the Characteristics of Safety Withdrawal of Prescription Drugs from Worldwide Pharmaceutical Markets-1960 to 1999". Therapeutic Innovation & Regulatory Science. 35 (1): 293–317. doi:10.1177/009286150103500134.
↑Zhang L, Feng L, Jia Q, Xu J, Wang R, Wang Z, Wu Y, Li Y (2011). "Effects of β-glucosidase hydrolyzed products of harpagide and harpagoside on cyclooxygenase-2 (COX-2) in vitro". Bioorg. Med. Chem. 19 (16): 4882–6. doi:10.1016/j.bmc.2011.06.069. PMID21775152.