Nadeen Ayoub (bahasa Arab:نادين أيوبcode: ar is deprecated ; lahir Desember 1995) adalah model, aktivis kemanusiaan, dan pendiri lembaga pendidikan nirlaba bernama Olive Green Academy. Ia dikenal luas setelah terpilih sebagai wakil Palestina untuk ajang Miss Universe 2025, menjadikannya perempuan Palestina pertama yang akan tampil dalam sejarah kompetisi tersebut.[1] Ayoub dikenal karena kiprahnya dalam isu pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan perempuan di kawasan Timur Tengah.[2][3][4][5]
Kehidupan awal
Nadeen Ayoub lahir pada Desember 1995 dari keluarga asal Jaffa, Ramla, dan Hebron, Palestina. Ia menghabiskan masa kecilnya berpindah antara Timur Tengah dan Amerika Utara, dan kemudian menetap di Ramallah dan Dubai. Sejak remaja, Ayoub menunjukkan minat besar terhadap seni, sastra, serta pendidikan anak muda. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang sastra dan psikologi, serta memiliki sertifikasi di bidang kebugaran dan nutrisi.[6]
Karier
Awal karier dan modeling
Ayoub memulai karier profesionalnya sebagai model dan pembicara publik di berbagai acara sosial. Ia mendirikan Olive Green Academy, lembaga yang berfokus pada pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dengan pendekatan ramah lingkungan.[7] Melalui platform ini, ia berupaya meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan teknologi bagi generasi muda Palestina.
Kompetisi kecantikan
Sebelum dikenal secara global, Ayoub pernah mewakili Palestina pada ajang Miss Earth 2022, di mana ia memperoleh perhatian media internasional karena membawa pesan lingkungan dan perdamaian. Pada 2025, ia diumumkan sebagai Miss Palestine Universe 2025, perwakilan resmi Palestina untuk kompetisi Miss Universe 2025.[8]
Kehadirannya menjadi momen bersejarah karena Palestina belum pernah sebelumnya berpartisipasi dalam ajang Miss Universe. Dalam sejumlah wawancara, Ayoub menyatakan harapannya untuk membawa pesan kemanusiaan dan memperkenalkan budaya Palestina secara positif di panggung dunia.[9]
Aktivisme dan kegiatan sosial
Selain berkarier di dunia modeling dan kontes kecantikan, Nadeen Ayoub dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia sering menyuarakan isu tentang pendidikan, perempuan, dan lingkungan. Melalui Olive Green Academy, Ayoub mengadakan program edukasi bagi pemuda Palestina untuk mengembangkan keterampilan digital dan kesadaran ekologis.[10]
Ayoub juga terlibat dalam kampanye sosial untuk mengangkat narasi positif tentang identitas Palestina. Dalam salah satu wawancara, ia mengatakan bahwa "dunia perlu melihat rakyat Palestina tidak hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai pembawa harapan, budaya, dan kreativitas."[1]
Kontroversi
Setelah pengumuman penobatan Nadeen Ayoub sebagai Miss Palestine Universe 2025, muncul beberapa kontroversi terkait proses penunjukan dan representasi nasional. Sejumlah laporan media, termasuk The Sun dan New York Post, menyoroti bahwa gelar "Miss Palestine" belum melalui kontes nasional terbuka seperti halnya negara lain di bawah lisensi Miss Universe Organization.[11]
Selain itu, beberapa pihak mempertanyakan apakah penggunaan istilah "Miss Palestine" memiliki pengakuan resmi mengingat belum adanya negara berdaulat penuh. Namun, pihak Miss Universe Organization menegaskan bahwa setiap peserta yang dikirim telah diverifikasi melalui prosedur resmi dan bahwa perwakilan Palestina diterima sebagai bagian dari kebijakan inklusif mereka.[12]
Di sisi lain, banyak pendukung Ayoub memuji kehadirannya sebagai simbol kemajuan representasi perempuan Palestina di panggung global. Ia sendiri menanggapi kontroversi tersebut dengan menyatakan bahwa tujuannya adalah “mewakili rakyat Palestina dengan damai, cinta, dan kebanggaan.”