Lina lahir pada 2 Agustus 2002 di Miami, Florida, dari keluarga beragam latar budaya Kuba-Amerika. Dia memiliki akar libanes dan merupakan putri dari pembawa acara terkenal Lili Estefan serta pengusaha Lorenzo Luaces.[1] Meski tumbuh di lingkungan yang akrab dengan sorotan publik karena keluarga besarnya yang terlibat dunia hiburan, termasuk pamannya Emilio Estefan dan bibinya Gloria Milagrosa Estefan.[2][3]
Sejak kecil, Lina telah menunjukkan minat besar pada tari balet, mengikuti jejak ibunya, dan kemudian mengembangkan dirinya sebagai model dan influencer dengan jutaan pengikut di media sosial.[4][5] Dia juga dikenal sebagai ahli nutrisi, yang menerapkan rutinitas sehat seperti pilates, berjalan, dan pola makan penuh protein untuk menjaga kondisi fisiknya. Musik menjadi bagian penting dalam kesehariannya; Lina sering membentuk playlist pribadi yang membantunya melalui berbagai suasana hati, menunjukkan bagaimana musik memainkan peran emosional yang mendalam dalam hidupnya.[6][7][8]
Lina lulus dari sekolah menengah atasnya di Our Lady of Lourdes Academy yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang mendalami mengenai kekatolikan dan iman. Setelah itu, dirinya menempuh perguruan tinggi di Miami Dade College di tahun 2020.[9][1]
Kontes kecantikan
Miss Universe Cuba 2025
Lina mengikuti kontes kecantikan dengan wakili Santiago de Cuba di ajang Miss Universe Kuba 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2025 di Milander Park, Hialeah, Florida.[10][11] Dirinya berhasil memenangkan kontes tersebut setelah mengalahkan 17 finalis yang berkompetisi.[12][13]
Berdasarkan laporan dari sejumlah sumber berita dan reaksi publik selama dan setelah ajang Miss Universe Kuba 2025, kontroversi yang melibatkan Lina terutama berkaitan dengan kritik luas terhadap latar belakangnya, khususnya bahwa ia lahir dan dibesarkan di Miami, AS, serta tidak pernah tinggal di Kuba, sehingga muncul pertanyaan tentang kelayakannya mewakili negara yang ia wakili dalam kompetisi Miss Universe Kuba 2025.
Banyak pengamat dan pengguna media sosial menilai bahwa kemenangannya dipengaruhi oleh hubungan keluarga dan “nepotisme” karena ia adalah putri dari pembawa acara terkenal Lili Estefan dan bagian dari keluarga Estefan yang berpengaruh, yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil dibandingkan dengan kontestan lain. Kritikus juga menyuarakan bahwa karena kemampuan bahasa Spanyolnya yang dianggap kurang lancar dan kurangnya pengalaman hidup di Kuba, hal itu menimbulkan debat tentang identitas dan representasi budaya yang autentik dalam kontes kecantikan tersebut.[17][18]