Dalam Prasasti Tanjore, disebutkan bahwa pada tahun 1017 dan 1025 masehi, bangsa Tamil dari Kerajaan Chola Mandala India menyerang Sriwijaya, dalam serangan itu pusat Kerajaan Sriwijaya dapat ditaklukan bahkan rajanya ditawan, selain itu bangsa Tamil melalui kerajaan Chola-nya juga berhasil menaklukan koloni/jajahan Kerajaan Sriwijaya seperti Khadaram (Kedah) dan lain sebagainya.
Dalam Hikayat Palembang, selepas Kedatuan Sriwijaya terpecah akibat serangan Kerajaan Chola tahun 1025 M, muncul Kerajaan Melayu Bukit Siguntang di wilayah Palembang yang merupakan keturunan Raja-raja Sriwijaya. Penguasa Bukit Siguntang dikenal dengan nama Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam). Dalam Hikayat juga dikatakan bahwa salah satu penguasa terkenal Bukit Siguntang dikenal dengan nama Sang Sapurba, orang yang sama dengan Tribhuwanaraja.
Daftar Raja-raja
Berikut ini daftar raja-raja dari dinasti Mauli yang berkuasa di bhumi malayu:
Tahun
Nama raja
Gelar
Ibu kota / pusat pemerintahan
Prasasti, catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa
Membuat stupa di Parwatapuri, kemungkinan Candi Tarung-Tarung dan Pancahan di Rao Mapattunggul, atau biara di Tanjung Medan, Nagari Petok, Panti Panti, Pasaman.