Apabila dilihat secara paleografi, bentuk tulisan pada prasasti itu serupa dengan tulisan lainnya yang dikeluarkan selama pemerintahan Raja Adityawarman. Ini berarti ada dua yuwaraja pada saat yang sama; yaitu Ananggawarman yang disebutkan dalam Prasasti Saruaso II,[2][3] serta Bijayendrawarman yang kemungkinan adalah anak pula dari Raja Adityawarman.[4] Tempat kekuasaan Bijayendrawarman yang terletak di wilayah perbatasan kerajaan (Pasaman), mungkin menunjukkan bahwa ia adalah anak yang lebih muda, yang diangkat menjadi penguasa untuk daerah itu.
Kemungkinan yang lain adalah Bijayendrawarman berhubungan dengan Akarendrawarman, yaitu penguasa kerajaan sebelum Raja Adityawarman.[5]