Berdasarkan prasasti Suruaso,[2] ia telah memulai pembangunan saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian di Surawasa (sekarang Suruaso). Kemudian pekerjaan ini diteruskan oleh raja penerusnya yaitu keponakannya sendiri, Adityawarman.[3]
Novel
Wisran Hadi menyebutkan namanya sebagai Angkerawarman dalam Novelnya Generasi Ketujuh.
↑Casparis, J.G. (1990). "An ancient garden in West Sumatra". Kalpataru (9): 40–49.
↑Kozok, U., (2006). Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 979-461-603-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)