Artikel ini berisi tentang negara bagian di Malaysia. Untuk kegunaan lain, lihat Selangor (disambiguasi).
Negara bagian in 15px Shah Alam, 23x15px|border |alt=|link= Malaysia{{SHORTDESC:Negara bagian in 15px Shah Alam, 23x15px|border |alt=|link= Malaysia|noreplace}}
Selangor adalah negara bagian dengan jumlah penduduk terbanyak di Malaysia. Selangor juga merupakan negara bagian terkaya di Malaysia, berdasarkan Produk domestik bruto (PDB) dan dinyatakan sebagai negara bagian maju pada 27 Agustus2005.
Etimologi
Asal nama Selangor tidak jelas, walaupun beberapa sumber menyatakan bahwa namanya telah diambil dari kata "Selangau", yaitu sejenis lalat besar, karena jumlah lalat yang ada dekat dengan Sungai Selangor, di bagian barat laut negara bagian ini . Satu lagi teori mengatakan bahwa nama negara bagian ini diambil dari frasa "Selang Ur" berarti "tanah selat" ("ur" berarti "tanah" dalam bahasa Tamil).[9][10]
Sejarah
Pada abad ke-15, Selangor berada di bawah pemerintahan kerajaan Melaka. Setelah kejatuhan Melaka, ia menjadi rebutan di antara penjajah Portugis, Johor, Aceh dan Siam. Setelah Belanda mengalahkan Portugis di Melaka, mereka membawa masuk tentara bayaran Bugis dari Sulawesi. Ini menyebabkan suku Minangkabau yang datang lebih dulu dari Sumatra terpaksa menyingkir.
Pada abad ke-19, kemajuan ekonomi akibat adanya pertambangan bijih timah dan penanaman pohon karet menarik minat imigran dari Tiongkok. Suasana yang tidak menentu ini memberi kesempatan kepada Inggris untuk memaksa Sultan Selangor menerima seorang Residen Inggris di kota Klang pada 1874 yaitu JG Davidson. Taktik ini efektif apabila Inggris berhasil mengontrol kondisi Selangor hingga keadaan kembali normal.
Kawasan perindustrian Bukit Raja Selatan di Shah Alam.
Selangor memiliki sebuah pasar ekonomi yang maju dan terbuka dengan PDB (rilis dalam negara kasar) per kapita (PPP) yang tertinggi di Malaysia yaitu sekitar USD 33.147 pada tahun 2008, sebanding dengan nilai per kapita negara Eropa barat dan Hong Kong. Bidang ekspor, industri, pertanian dan layanan merupakan aspek-aspek terpenting dalam ekonomi Selangor.
Perindustrian dan perdagangan
Sektor perindustian penyokong utama terhadap intensitas ekonomi negara bagian yaitu berkontribusi lebih 58% dalam PDB negara bagian pada tahun 2008, malah ia merupakan nadi ekonomi negara. Selangor memiliki sektor pembuatan seperti elektronik, bahan kimia dan kendaraan otomotif yang terbesar di Malaysia, seperti mobil proton dan perodua. Banyak pabrik-pabrik dari luar Malaysia yang berbasis di negara bagian ini antaranya Panasonic dari Jepang, Procter & Gamble dan LG dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, Nokia dari Swedia dan banyak lagi. Antara area industri yang terkenal adalah di Shah Alam, Subang Jaya, Klang, Kajang, Rawang, Selayang, Ampang Jaya dan Petaling Jaya.
Pelabuhan Klang yang merupakan faktor utama kemajuan industri di Selangor, pelabuhan ini juga merupakan pelabuhan yang tersibuk dan terpenting di Malaysia. Selangor juga menjadi atraksi utama investor asing dari luar negeri.
Pertanian
Selain terkenal dengan industri dan pelabuhan, bidang pertanian juga semakin berkembang maju walaupun hanya berkontribusi 3.1% ke PDB negara bagian. Antara kerjayaan yang telah dialami adalah seperti Selangor Fruit Valley merupakan produsen buah tropis terbesar dunia seperti belimbing, pepaya dan pisang. Begitu juga dengan sawah di Kuala Selangor yang diurus secara perkebunan dengan metode pengairan serta penanaman modern, berhasil mengeluarkan hasil rata-rata sehektar tertinggi di negara ini yaitu lebih 7 ton sehektar. Aktivitas pertanian kelapa sawit dan karet juga dilakukan di negara bagian ini.
Demografi
Etnis
Batu Caves, Kuil Hindu, ikon wisata di SelangorKlenteng Nan Tian, Tanjung Sepat
Jumlah penduduk Selangor pada tahun 2020 sebanyak 6.994.423 jiwa penduduk, dan menjadi wilayah administrasi dengan jumlah penduduk terbanyak di Malaysia.[23] Mayoritas penduduknya adalah orang Melayu yaitu lebih dari setengah penduduk Selangor. Selain itu, kelompok etnis terbesar kedua adalah orang Tionghoa, diikuti dengan etnis India dan etnis lain-lain. Warga negara asing atau yang bukan penduduk asli Malaysia di Selangor berjumlah 8,06%. Jumlah ini menjadikan Selangor sebagai wilayah dengan jumlah warga asing terbanyak di Malaysia.[23]
Berikut adalah besaran penduduk Selangor berdasarkan etnis, menurut data sensus Malaysia tahun 2020;[23]
Masjid Sultan Ala'eddin, Kuala Langat, SelangorGereja Kerahiman Ilahi di Shah Alam, Selangor
Agama terbesar di negara bagian Selangor adalah agama Islam, sebagian besar penduduk negara bagian ini terutama orang Melayu menganut Islam. Sementara orang Tionghoa, sebagai etnis terbesar kedua, sebagian besar menganut agama Buddha, dan beberapa diantaranya beragama Kristen, dan sebagian kecil lainnya menganut ajaran Taoisme, Konfusianisme, dan Islam. Penduduk Selangor dari etnis India, mayoritas menganut agama Hindu. Penduduk Selangor yang tidak menganut agama berdasarkan data sensus tahun 2020 sebanyak 0,69%, dari 6.994.423 penduduk.[23]
Berikut adalah banyaknya jumlah penduduk Selangor menurut agama yang dianut, dari data sensus Malaysia tahun 2020:[23]