"Manchu" (Manchu: ᠮᠠᠨᠵᡠ, Möllendorff: manju, Aksara Han: 滿洲, 滿族;Pinyin: Mǎnzhōu, Mǎnzú) dijadikan sebagai nama resmi untuk menggantikan Jurchen oleh Kaisar Huang Taiji pada tahun 1635.[1] Aksara Han (tradisional: 滿) ( sederhana: 满) dipilih, seperti halnya Aksara Han 清 (Pinyin: Qīng) karena memiliki komponen air. Beberapa orang berspekulasi bahwa hal ini dilakukan karena nama Dinasti Ming (明), terdiri dari lambang matahari dan bulan memiliki arti "terang", melambangkan api. Sedangkan Dinasti Qing (清) lahir setelah meruntuhkan Dinasti Ming. Sehingga pemilihan dan penggunaaan aksara ini dapat diartikan bahwa air memadamkan api.[2]