Ayat 42 catatan
Frasa ini tidak dicantumkan pada Alkitab versi modern sejak Westcott dan Hort (W-H, 1881) menolaknya karena tidak ditemukan dalam sejumlah naskah bahasa Yunani kuno dari Aleksandria, yaitu p75, א (Aleph), A, B, D, L, W, dan Π, juga satu naskah Vetus Latina e serta satu salinan bahasa Bohairik. Sebaliknya frasa ini ada pada ribuan naskah bahasa Yunani, Latin (termasuk Vulgata dan semua Vetus Latina selain e) dan naskah Bohairik lainnya, termasuk juga leksionari. Selain itu, frasa ini juga didukung mutlak oleh naskah bahasa Koptik dan bahasa Suryani (termasuk Pesyita (150 M) dan Diatessaron karya Tatian (abad ke-2)).[18]
Tulisan-tulisan para Bapa Gereja mendukung adanya frasa yang memuat "madu" ini.
- Yustinus Martir
- “Dan ketika mereka dengan setiap jenis bukti diyakinkan bahwa itu adalah [Yesus] sendiri, dan dalam jasmani, mereka meminta-Nya untuk makan bersama mereka, supaya mereka dapat memastikan secara lebih akurat bahwa Ia benar-benar telah bangkit secara jasmaniah; dan Ia makan sarang madu dan ikan. (Yustinus Martir (abad ke-2), On the Resurrection, bab IX)”
- Tertulianus
- “Karena setelah empedu Ia merasakan sarang madu, dan Ia tidak disapa sebagai Raja Kemuliaan dalam tempat-tempat sorgawi sampai Ia telah dihukum mati di kayu salib sebagai Raja orang Yahudi, telah pertama-tama dibuat oleh Allah untuk sesaat lebih rendah daripada para malaikat, dan dengan demikian dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan. (Tertulianus (abad ke-2), De Corona .14)”
- Athanasius
- “Karena tentunya ia yang memberikan makanan bagi orang lain, dan mereka yang memberikan kepadanya, bersentuhan tangan. Karena ‘mereka memberi-Nya,’ Alkitab berkata, ‘sepotong ikan goreng dan dari sarang madu, dan’ ketika Ia telah ‘makan di hadapan mereka, Ia mengambil sisanya dan memberikan kepada mereka,’ (Athanasius (356 M), Against the Arians, IV,)”
- Klemens dari Aleksandria
- “Karena bukankah dalam suatu kesederhanaan biasa ada segenap varietas makanan? Ubi-ubian, zaitun, rerumputan tertentu, susu, keju, buah-buahan, segala jenis masakan tanpa saus; dan jika daging diinginkan, biarlah digoreng daripada dibiarkan direbus. Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk dimakan di sini? kata Tuhan kepada murid-murid setelah kebangkitan; dan mereka, sebagai diajarkan oleh-Nya untuk mempraktikkan kehematan, “memberiNya sepotong ikan goreng;” dan setelah makan di hadapan mereka, kata Lukas, Ia berbicara kepada mereka apa yang Ia katakan. Dan tambahan dari itu, tidak boleh dilupakan bahwa mereka yang makan menurut Firman tidak dihalangi dari makanan lezat dalam bentuk sarang madu.” (Klemens, Paedagogus, 2.2; permulaan abad ke-3)
Nestle/Aland edisi ke-27 mengutip Klemens dari Aleksandria (215 M) mendukung penghilangan frasa yang memuat "madu" tersebut, tetapi oleh John W. Burgon pada tahun 1896 dibuktikan keliru, karena adanya kutipan di atas.[18][19]
Will Kinney berpendapat bahwa adanya penghilangan kata-kata ini dari Injil Lukas pada beberapa naskah bahasa Yunani dapat terjadi karena kerancuan antara kisah dalam Lukas 24 dengan Yohanes 21 pada waktu melakukan harmonisasi, di mana pada Yohanes 21, Yesus mengundang para murid, setelah mendapatkan banyak ikan, dengan berkata "Marilah dan sarapanlah" dan Ia maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu (Yohanes 21:12–13), meskipun saat itu Yesus tidak dicatat ikut makan.[18] Ini berbeda dengan kisah dalam Lukas 24 di mana Yesus tiba-tiba muncul di hadapan para murid dalam suatu kamar tertutup di kota Yerusalem, dan bertanya, “Adakah padamu makanan di sini?” (Lukas 24:41). Para murid merespons dengan memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan madu lebah, lalu "Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.” Menurut Kineey, ketika kemudian kisah ini disalin, ada juru tulis yang tidak memasukkan "sarang madu" pada Injil Lukas karena tidak sesuai dengan kisah pada Injil Yohanes, dan ini dibuktikan dengan sejumlah kutipan dari para Bapa Gereja yang merancukan informasi tersebut:[18]
- Hieronimus (=Jerome)
- “Dan sekarang apakah engkau pada giliranmu menjawab pertanyaan-pertanyaanku ini. Bagaimana engkau menjelaskan fakta bahwa Tomas meraba tangan-tangan Tuhan yang telah bangkit dan memegang bagian samping-Nya yang ditusuk oleh tombak? Dan fakta bahwa Petrus melihat Tuhan berdiri di tepi pantai dan memakan sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.” (Hieronimus, Surat kepada Eustochium)
Di sini Hieronimus mengalami kebingungan dengan menggabungkan dua kisah---Sesungguhnya Petrus melihat Tuhan berdiri di tepi pantai, tetapi Yesus saat itu tidak makan ‘ikan goreng dan sarang madu’, melainkan saat di tepi danau Tiberias (Yohanes 21:1), Yesus tidak dicatat makan, melainkan hanya melayani murid-murid dengan memberikan roti dan ikan, serta tidak melibatkan ‘sarang madu’ sebagaimana dibayangkan oleh Hieronimus.[18]
- Epifanius
- “Siapa tidak tahu bahwa Juruselamat kita makan, setelah kebangkitan-Nya dari kematian? Seperti termuat dalam Injil-injil kebenaran yang kudus, ‘Diberikanlah kepada-Nya roti dan sepotong ikan goreng, dan Ia mengambilnya, dan makan, dan memberikannya kepada para murid-Nya’ (Epifanius, i, 143)”
Di sini Epifanius berusaha menggabungkan dua peristiwa berbeda dalam satu naratif tunggal tanpa mengikutsertakan "sarang madu". “Diberikanlah kepada-Nya merupakan kutipan dari Injil Lukas, karena hanya dalam Injil ini para murid memberikan makanan kepada Yesus, sedangkan dalam Injil Yohanes, Yesus yang memberikan makanan kepada para murid. Frasa "roti dan sepotong ikan goreng” merupakan kutipan dari Injil Yohanes, karena hanya di danau Tiberias dicatat bahwa para murid menikmati roti segar, sementara ‘roti dan ikan’ tidak pernah dicatata diberikan kepada Yesus. Kemudian, “dan Ia mengambilnya, dan makan” kembali dikutip dari Injil Lukas, karena hanya dalam Injil Lukas dicatat bahwa Yesus makan, sedangkan dalam Injil Yohanes tidak dicatat bahwa Yesus makan. Selanjutnya, “dan memberikannya kepada para murid-Nya” dikutip dari Injil Yohanes lagi, satu-satunya catatan mengenai tindakan itu. Jadi dalam Injil Lukas, murid-murid memberikan kepada Yesus: ikan goreng dan sarang madu, sedangkan dalam Injil Yohanes, Yesus memberikan kepada para murid: roti dan ikan.[18]
- Hesychius
- “Ketika Petrus sedang menangkap ikan, lihatlah dalam tangan Tuhan terdapat roti dan sarang madu” (Hesychius, Homily of the Resurrection)
Jelas di sini adalah rujukan pada peristiwa di danau Tiberias (Yohanes 21), tetapi dinyatakan bahwa dalam tangan Yesus terdapat ‘roti dan sarang madu’, tanpa disebutkan adanya ikan.[18]
Dari contoh-contoh itu Kinney berpendapat bahwa ada "pengaruh harmonistik" yang mungkin menyebabkan hilangnya frasa "dan dari sarang madu" pada beberapa naskah kuno.[18] Dean Burgon menyatakan, “Keaslian klausa ‘dan dari sarang madu’, diharapkan tidak pernah diragukan lagi. Tentunya telah dibuktikan melampaui kecurigaan.”[20]