Suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan oleh Pontius Pilatus, gubernur Romawi, dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka:
"Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Namun, jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Namun, jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." (TB)[3]
Ayat 1-5 catatan
Hanya satu generasi kemudian kata-kata Tuhan Yesus digenapi dengan mengerikan. Orang Yahudi yang tidak mau bertobat dihancurkan oleh pedang tentara Romawi, sebagaimana orang-orang Galilea itu.[4]
Ayat 7
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! (TB)[5]
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.
↑Barton Warren Johnson. The People's New Testament. Vol. I. The Four Gospels and Acts of Apostles. St. Louis, MO: Christian Board of Publications, 1891.