Nain (Nein; bahasa Arab:نينcode: ar is deprecated , Na'in, artinya "memesona", bahasa Ibrani:נייןcode: he is deprecated , di dalam Alkitabbahasa Inggris disebut Nain atau Naim; bahasa Yunani:Ναΐνcode: el is deprecated , Na'in) adalah sebuah desa Arab di Israel yang termasuk ke dalam Dewan Regional Bustan al-Marj dalam daerah Lower Galilee. Terletak 14 kilometer (8,7mi) di sebelah selatan kota Nazaret. Wilayah Nain meliputi luas tanah sekitar 1.000 dunums. Total wilayah tanahnya adalah 3.737 dunums sebeluh tahun 1962.[1] Menurut Biro Pusat Statistik Israel, Nain mempunyai penduduk sejumlah 1.600 jiwa pada tahun 2005.[2] The city hall for the Bustan al-Marj Regional Council is located in Nein.[3]
Lokasi
Nain merupakan sebuah desa di Galilea, sebelah barat daya Danau Tiberias, di kaki gunung "Hermon Kecil" ("Little Hermon") 2 mil (3,2km) sebelah selatan Gunung TaborGunung Tabor.[4] Bukit ini dalam bahasa Arab disebut "Tell el-Ajul", terletak pada jalur antara Nain dan Indur (Endor), sebuah desa Arab yang dihancurkan dalam Perang Arab-Israel 1948.[5]Edward Robinson menggambarkan bahwa Nain terletak pada lereng utara bukit yang disebut "the little Hermon," dan dalam buku-buku panduan Alkitab digambarkan terletak di kaki bukit Moreh.[6]
Catatan Alkitab
Pembangkitan anak muda dari Nain, karya Lucas Cranach, tahun 1569.
Menurut Injil Lukas, laki-laki muda itu adalah putra satu-satunya dari seorang janda yang tidak disebutkan namanya. Ketika Yesus Kristus melihat jenazah anak muda itu diusung untuk dikuburkan diiringi tangisan ibunya, Ia merasa kasihan. Ia menghampiri usungan jenazah, menyentuhnya, dan berkata "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.[8]
Kisah ini hanya dicatat dalam Injil Lukas, tidak dicatat dalam ketiga Injil kanon lainnya.
Sejarah
Makam-makam yang digali dalam batu karang ditemukan di sini, kemungkinan peninggalan orang-orang Kristen pada zaman dahulu.[9]
Pada tahun 1945 jumlah penduduknya 270 jiwa dengan total wilayah tanah 4.687 dunam, menurut survei resmi tanah dan penduduk.[13] Dari wilayah tanah ini, 87 dunam digunakan untuk perkebuhan dan tanah irigasi, sedangkan 3.602 untuk cereal,[14] sementara 31 dunam diklasifikasikan sebagai area pembangunan.[15]