Korvet kelas Parchim
KRI
Untung Surapati dan roket anti kapal selam
RBU-6000
Tentang kelas
Nama: Kelas Parchim Pembangun: Peene-Werft , Wolgast , Jerman Timur Operator: Dibangun: 1985–1989 Selesai: 28 Aktif: 14 aktif di Indonesia, 6 aktif di Rusia (Armada Baltik) Dipensiunkan: 2 (Angkatan Laut Indonesia) 6 (Angkatan Laut Rusia)
Ciri-ciri umum
Jenis
Korvet anti-kapal selam Berat benaman
800 ton standar, 950 ton muatan penuh Panjang
72 m (236 ft 3 in) Lebar
9,40 m (30 ft 10 in) Daya muat
4,60 m (15 ft 1 in) Tenaga
14.250 hp (10.630 kW) Pendorong
Mesin diesel M504 3 poros Kecepatan
24,7 knot (45,7 km/h) Jangkauan
2.100 nmi (3.900 km) pada 14 knot (26 km/h; 16 mph) Awak kapal
80 Sensor dan sistem pemroses
Radar: Positive-E, Spin Trough
Sonar Frekuensi Menengah yang Dipasang pada Lambung dengan Kemiringan Bass Senjata
1 meriam kembar 57 mm AK-725
1 meriam kembar 30 mm AK-230
2 posisi SA-N-5 MANPAD
2 peluncur roket anti kapal selam RBU-6000
4 x tabung torpedo 400 mm
12 bom kedalaman
Korvet kelas Parchim adalah kelas korvet yang dikembangkan untuk Volksmarine (Angkatan Laut Jerman Timur) pada akhir tahun 1970-an . Penamaan menurut Pakta Warsawa adalah Proyek 133 . Di kemudian hari kapal ini disebut Proyek 133.1 untuk membedakannya dengan Proyek 133.2 Parchim II (pengembangan dari kelas Parchim). Kapal ini didesain untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Enam belas kapal dibuat untuk Volksmarine (1977–1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi dibuat untuk Angkatan Laut Uni Soviet pada tahun 1985–1990 oleh Peenewerft, Wolgast . Setelah Penyatuan kembali Jerman , mantan Jerman Timur menjual kapal-kapal ini ke TNI Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1993.
Uni Soviet memesan kapal ini dengan tujuan untuk menolong industri kapal Jerman Timur , karena saat itu sebenarnya Soviet sudah mempunyai Korvet kelas Grisha yang lebih baik dibanding Parchim dalam semua aspek. Begitu keluar dari perairan dangkal keampuhan dari Korvet kelas Parchim menurun drastis.[ 1] Di Soviet korvet kelas Parchim dikembangkan lagi menjadi korvet kelas Parchim II. Oleh TNI Angkatan Laut, kapal-kapal ini dimodifikasi dengan menambahkan kapasitas BBM dan melakukan penambahan tenaga pada mesinnya dengan mengganti mesin-mesin lama untuk patroli lebih lama di laut.
Karakteristik
Desain badan kapal:
Bobot: 793 ton standard, 854 ton beban penuh
Panjang: 75.2 m
Lebar: 9.8 m
Draught: 2.73 m
Masin: 3 shaft M504 Diesel, 14,250 hp
Kecepatan: 24.7 knot
Jarak: 2100 nm pada 14 knot
Kru: 57–60 personel
Desain Persenjataan:
Versi Jerman Timur:
2 — SA-N-5 SAM
2 — 57 mm gun (1x2)
2 — 30mm gun (1x2) or 1 — AK-630
2 — RBU-6000 -peluncur roket anti kapal selam
4 — 400 mm tabung torpedo
60 — ranjau
Persenjataan versi Soviet:
Rudal: 2 x 4 peluncur SA-N-5 atau SA-N-8(total 24 rudal)
Senapan:
1 7.62 mm ganda/59-cal (AK-176) DP
1 senapan gatling 30-mm AK-230
Torpedo: 2 x 16-inchi (400-mm) ganda
Lainnya:
Sumber: Conway's all the World's Fighting Ships 1947–1995
Daftar kapal
Korvet kelas Parchim Angkatan Laut Indonesia pada tahun 2019
Angkatan Laut Indonesia
Ke-16 Parchim dari GDR dibeli oleh Indonesia pada tahun 1992 dalam kesepakatan senilai US$12,7 juta yang diatur oleh Menteri Riset dan Teknologi saat itu, B.J. Habibie . Transfer dari Volksmarine juga termasuk 14 kapal pendarat kelas Frosch dan 9 kapal penyapu ranjau kelas Kondor .[ 2]
Parchim, juga dikenal sebagai kelas Kapitan Patimura menjalani rehabilitasi besar-besaran yang meliputi penggantian AC dan mesin pada tahun 2005.[ 3]
Semua meriam kembar 57 mm AK-725 dan meriam kembar 30 mm AK-230 dipertahankan kecuali untuk KRI Sultan Thaha Syaifuddin (376) & KRI Silas Papare (386) di mana AK-230 30 mm mereka digantikan oleh Type 730 CIWS buatan China.[ 4] Beberapa MANPADS dan SA-N-5 dalam armada juga telah dihapus dan digantikan oleh satu atau dua meriam otomatis 20 mm. Demikian pula, empat peluncur torpedo 400 mm buatan Rusia pada beberapa kapal digantikan oleh dua peluncur torpedo tiga laras Mk 32.
Saat ini, 14 dari 16 unit Parchim asli masih beroperasi di Angkatan Laut Indonesia.[ 3]
Nama (IDN)
Nomor lambung (IDN)
Nama (GDR)
Nomor lambung (GDR)
Ditugaskan (GDR)
Ditugaskan (IDN)
Status
Catatan
KRI Kapitan Patimura
371
Prenzlau
231
11 Mei 1983
23 September 1993
Aktif
KRI Untung Suropati
372
Ribnitz
233
29 Oktober 1983
23 September 1993
Aktif
KRI Sultan Nuku
373
Waren
224
23 November 1982
15 Desember 1993
Aktif
Awalnya ditugaskan dengan nama Nuku
KRI Lambung Mangkurat
374
Angermünde
214
26 Juli 1985
12 Juli 1994
Aktif
KRI Cut Nyak Dien
375
Lübz
221
12 Februari 1982
25 Februari 1994
Aktif
Bertugas singkat di Angkatan Laut Jerman bersatu dengan nomor lambung P 6169[ 5]
KRI Sultan Thaha Syaifuddin
376
Bad Doberan
222
30 Juni 1982
25 Februari 1995
Aktif
KRI Sutanto
377
Wismar
241
9 Juli 1981
10 Maret 1995
Aktif
Bertugas singkat di Angkatan Laut Jerman bersatu dengan nomor lambung P 6170[ 5]
KRI Sutedi Senoputra
378
Parchim
242
9 April 1981
19 September 1994
Aktif
KRI Wiratno
379
Perleberg
243
19 September 1981
19 September 1994
Aktif
KRI Memet Sastrawiria
380
Bützow
244
30 Desember 1981
2 Juni 1995
Dipensiunkan
Terbakar pada tanggal 18 Agustus 2008, kemudian dinonaktifkan[ 6]
KRI Tjiptadi
381
Bergen
213
1 Februari 1985
10 Mei 1996
Aktif
KRI Hasan Basri
382
Güstrow
223
10 November 1982
10 Mei 1996
Aktif
KRI Imam Bonjol
383
Teterow
234
27 Januari 1984
26 April 1994
Aktif
Bertugas singkat di Angkatan Laut Jerman bersatu dengan nomor lambung P 6168[ 5]
KRI Pati Unus
384
Ludwiglust
232
4 Juli 1983
21 Juli 1995
Dipensiunkan
Sebagian tenggelam setelah menabrak bangkai kapal pada tanggal 13 Mei 2016,[ 7] dinonaktifkan pada tanggal 19 April 2017[ 8]
KRI Teuku Umar
385
Grevesmühlen
212
21 September 1984
27 Oktober 1996
Aktif
Bertugas singkat di Angkatan Laut Jerman bersatu dengan nomor lambung P 6164[ 5]
KRI Silas Papare
386
Gadebusch
211
31 Agustus 1984
27 Oktober 1996
Aktif
Bertugas singkat di Angkatan Laut Jerman bersatu dengan nomor lambung P 6167[ 5]
Mesin
Tenaga
Kapal
2 x Mesin diesel Deutz TBD 620 V16
6,000 hp (4.5 MW)
372, 373, 374, 377, 378, 381
2 x Mesin diesel MTU 16V 4000 M 90
7,300 hp (5.4 MW)
371, 379, 380, 382, 383,386
2 x Mesin diesel Caterpillar 3516B
5,200 hp (3.9 MW)
375, 376, 384, 385
Persenjataan:
Angkatan Laut Rusia
Nama
Pasang lunas
Diluncurkan
Ditugaskan
Status
Catatan
Urengoy
25 Februari 1985
29 Agustus 1985
19 Desember 1986
Aktif
Kazanets
4 Januari 1985
28 Desember 1985
28 April 1986
Aktif[ 9]
Rusak pada tahun 2020; diperbaiki dan aktif per tahun 2021[ 9] [ 10]
MPK-67
28 Maret 1985
19 April 1986
30 Juni 1987
Dinonaktifkan pada tahun 2005
Zelenodolsk
25 Juni 1985
12 Agustus 1986
28 Desember 1987
Aktif
MPK-105
30 Desember 1985
20 November 1986
16 Maret 1988
Dinonaktifkan pada tahun 2014
MPK-213
8 April 1986
28 Februari 1987
29 Juli 1988
Dinonaktifkan pada tahun 2004
MPK-216
22 Juni 1986
25 Juni 1987
30 September 1988
Dinonaktifkan pada tahun 2005
MPK-219
7 November 1986
30 September 1987
23 Desember 1988
Dinonaktifkan pada tahun 2002
Aleksin
28 Februari 1987
30 Maret 1988
31 Maret 1989
Aktif
Kabardino-Balkariya
9 Februari 1987
16 Agustus 1988
29 Juni 1989
Aktif
Bashkortostan
20 November 1987
31 Oktober 1988
26 September 1989
Dinonaktifkan pada tahun 2010
Kalmykia
23 Februari 1988
31 Januari 1989
6 April 1990
Aktif