Sonar: Thales UMS 4132 Kingklip frekuensi menengah aktif/pasif ASW yang dipasang di lambung kapal sonar
Komunikasi internal: Jaringan Komunikasi Thales Fibre Optical COmmunications Network (FOCON) atau EID'ICCS atau di mana pengguna di dalam pesawat mempunyai akses ke saluran komunikasi internal dan/atau eksternal dan kendali jarak jauh peralatan komunikasi yang terintegrasi
Komunikasi Satelit: Seri Nera F
Sistem Navigasi: Navigasi terintegrasi Raytheon Anschutz
Sistem Manajemen Platform Terintegrasi: Sistem Anjungan Terintegrasi Imtech UniMACs 3000[4]
Peralatan perang elektronik dan tipuan
ESM: Thales VIGILE 100
ECM: Racal Scorpion 2L
Umpan: TERMA SKWS, peluncur umpan DLT-12T 130mm, kiri, kanan
Korvet berpeluru kendali kelas Diponegoro milik TNI Angkatan Laut adalah tipe SIGMA 9113 dari keluarga kapal angkatan laut modular Sigma rancangan Belanda, yang diberi nama sesuai nama Pangeran Diponegoro dari Indonesia. Saat ini terdapat empat korvet kelas Diponegoro yang bertugas.
Sejarah
Varian Indonesia didasarkan pada desain Sigma 9113.[5] Pengerjaan kelas pertama, KRI Diponegoro, dimulai dengan pemotongan baja pertama yang dilakukan pada bulan Oktober 2004. Kapal ini diresmikan pada 16 September 2006 dan ditugaskan pada 2 Juli 2007 oleh Laksamana Slamet Soebijanto, Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia.[6]
Opsi untuk dua unit lainnya dilaksanakan pada bulan Januari 2006 dan pemotongan baja pertama dimulai pada tanggal 3 April 2006[7] di galangan Pembuatan Kapal Angkatan Laut Damen Schelde, galangan Vlissingen-Oost dan bukan di Surabaya seperti yang disebutkan sebelumnya.
Pada 28 Agustus 2007, Rudal dan Roket Jane melaporkan[8] bahwa Indonesia mengalami masalah dalam mendapatkan izin ekspor MM-40 Exocet blok II dan sedang mempertimbangkan rudal anti-kapalC-802 buatan China sebagai alternatif. Namun, kapal-kapal tersebut telah dikirimkan dengan rudal Exocet. Pada tahun 2019 MM40 Exocet Block III diluncurkan dari KRI Sultan Iskandar Muda (367).[9]
Moderenisasi
Pada awal November 2022, PT Len dan Thales Nederland telah menandatangani kontrak untuk melakukan perbaikan sistem misi terintegrasi untuk keempat kapal kelas Diponegoro. Kapal-kapal ini akan segera diperbarui dengan Sistem Misi Terpadu termasuk Sistem Manajemen Tempur TACTICOS Baseline 2, radar Naval Smarter (NS) 50, serta teknologi radar berbasis perangkat lunak terbaru yang mampu memerangi ancaman tingkat tertinggi.[10][11]