Jolly Roger Bajak Laut Topi Jerami, atau sering disebut Bendera One Piece,[1][2][3] adalah salah satu bendera yang muncul dalam One Piecemanga dan waralabanya, di mana bendera ini digunakan untuk mengidentifikasi Kelompok Bajak Laut Topi-Jerami, protagonis dari seri tersebut. Ini adalah varian fiksi dari Jolly Roger, seperti banyak varian lainnya dalam seri, di mana setiap kru bajak laut memiliki Jolly Roger unik yang mencerminkan karakteristik dan keyakinan mereka; pada bendera ini, tampak tengkorak kartunis dengan dua tulang menyilang di belakang dan mengenakan topi jerami
Bendera ini telah digunakan dalam berbagai gerakan politik di dunia. Unjuk rasa pro-Palestina di London pada November 2023 menandai penggunaan bendera ini sebagai salah satu simbol mereka, meskipun penggunaannya masih tergolong minor. Namun, unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus-September 2025 justru memopulerkan bendera ini sebagai simbol politik, ketika banyak orang mengganti bendera nasional dengan bendera ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Fenomena tersebut kemudian menginspirasi gerakan serupa di berbagai negara, terutama selama Kebangkitan Asia, ketika bendera ini dikibarkan secara luas dalam protes di Nepal dan Madagaskar, serta di sejumlah negara lain di Eropa, Amerika Selatan, dan AmerikaUtara.
Latar belakang fiksi
Bendera ini merupakan Jolly Roger fiksi yang menampilkan tengkorak dengan dua tulang bersilang dan sebuah topi jerami bergaya kartun. Dalam seri One Piece karya Eichiro Oda, setiap kru bajak laut memiliki Jolly Roger yang khas dan mencerminkan sifat serta keyakinannya. Meskipun bendera ini awalnya digambar oleh tokoh utama Luffy, sketsa yang kurang bagus membuat salah satu rekannya, Usopp, mendesain ulangnya.[4]
Penggunaan bendera ini dalam konteks anti-otoritarian merupakan rujukan pada alur besar yang melibatkan pemerintah dunia fiktif yang menguasai sebagian besar lokasi dalam manga, serta perjuangan Bajak Laut Topi Jerami untuk melawan sambil memburu harta karun yang menjadi judul cerita.[5] Seperti dijelaskan oleh CNN, "bendera tersebut melambangkan pencarian Luffy untuk mengejar mimpinya, membebaskan orang-orang tertindas, dan melawan Pemerintah Dunia yang otoriter".[6] Sejumlah karya akademik juga menganalisis bagaimana manga ini menautkan paralel dengan politik dunia nyata dan otoritarianisme.[7][8][9]
Bendera bajak laut hitam Straw Hat Pirates menjadi sorotan selama unjuk rasa anti-pemerintah 2025 yang dimulai menjelang 17 Agustus saat negara merayakan Hari Kemerdekaan ke-80.[11] Bendera ini pertama kali dikibarkan oleh sopir truk pada akhir Juli 2025 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.[12] Mereka juga menolak mengibarkan Bendera Indonesia sebagai bagian demonstrasi menentang pelarangan truk ODOL (over dimension, overload) di beberapa kota di Jawa, yang berlangsung sejak 19 Juni.[13] Jenis truk ini juga akan dilarang total beroperasi pada 2027, menyusul kesepakatan beberapa kementerian dan DPR.[14]
Sebagai tanggapan, pemerintah menyebut bendera ini sebagai ancaman terhadap kesatuan nasional Indonesia,[15] terutama oleh tokoh terkemuka di Majelis Permusyawaratan Rakyat.[16] Bendera ini juga dinyatakan simbol pengkhianatan[17] dan hasutan,[18] sementara berbagai institusi pemerintah, seperti Polda Banten, berupaya melarang pengibaran bendera ini.[19][20] Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad[21] dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mempersoalkan pengibaran tersebut.[22]
Selama unjuk rasa generasi Z Nepal 2025, ketika demonstrasi besar-besaran diselenggarakan oleh Generasi Z menentang korupsi pemerintah, bendera Straw Hat Pirates menjadi simbol utama.[24][25] Para demonstran menampilkan bendera tersebut beserta slogan-slogan yang mengkritik gaya hidup mewah anak-anak politisi di media sosial.[25] Postingan yang menampilkan bendera ini menjadi viral di media sosial Nepal, dan penggunaannya dengan cepat menyebar di kalangan demonstran. Seorang demonstran Nepal yang diwawancarai oleh The Kathmandu Post menyatakan bahwa penggunaan bendera ini dalam protes di Indonesia "pasti membuatnya populer untuk digunakan dalam protes di Nepal".[26] Ketika pemerintahan K. P. Sharma Oli digulingkan oleh protes tersebut, demonstran menggantung bendera itu di gerbang istana Singha Durbar saat terbakar.[25]
Negara lain
Bendera itu juga digunakan dalam Unjuk rasa Madagaskar 2025 sebagai bentuk simbolik terhadap pemerintah karena kekurangan air dan listrik, dengan para demonstran menggunakan varian bendera yang menampilkan topi tradisional berwarna-warni khas Madagaskar menggantikan topi jerami biasa.[27] Ikon tersebut diadopsi oleh akun-akun media sosial yang terkait dengan para demonstran.[28]
Bendera tersebut dikibarkan oleh sejumlah demonstran selama Trillion Peso March yang menentang korupsi dan kontroversi "proyek hantu" di Filipina,[29][30] serta oleh mahasiswa yang memprotes pensiun seumur hidup bagi anggota parlemen di Timor Timur.[31] Selama unjuk rasa lain di Filipina pada 12 Oktober, seorang pengendara motor yang membawa bendera tersebut dihadapkan oleh demonstran lain yang mencurigainya sebagai provokator, dan ia kemudian diamankan oleh polisi.[32]
Selama unjuk raa anti-pemerintah Bloquons tout di Prancis pada September 2025 setelah jatuhnya Pemerintahan Bayrou, beberapa demonstran membawa bendera tersebut.[33][29]
Bendera tersebut hadir selama unjuk rasa menentang reformasi pensiun di Peru, reformasi yang dipromosikan oleh pemerintahan Dina Boluarte. Secara khusus, bendera itu kembali terlihat selama unjuk rasa pada 24 September di Plaza San Martín, Lima.[34] Para demonstran anti-pemerintah di Asuncion, Paraguay pada akhir September juga membawa bendera tersebut.[35]