Protes-protes, yang dijuluki gerakan Leo Délestage, timbul di Madagaskar pada September 2025, khususnya di ibukota Antananarivo. Protes tersebut dipicu oleh penerapan pemotongan listrik dan air di kota tersebut. Rumah-rumah politikus tingkat tinggi ditarget. Unjuk rasa juga menyebar ke belahan lain dari negara tersebut.[6]