28 luka-luka, termasuk 1 dalam kondisi kritis di Oujda
409 ditangkap
326 satuan keamanan luka-luka
Serangkaian unjuk rasa pimpinan pemuda di Maroko dimulai pada 27 September 2025. Dihimpun oleh kelompok anonim terdesentralisasi yang dikenal sebagai GenZ 212[1][a] dan Suara Pemuda Maroko, unjuk rasa tersebut menuntut penunjangan signifikan terhadap pendidikan umum dan jasa kesehatan, sesambil mengkritik pengeluaran pemerintah terhadpa acara-acara olahraga internasional seperti Piala Dunia FIFA 2030Piala Negara-Negara Afrika 2025.[3][4] Para pengunjuk rasa mengekspresikan pergesekan dengan negara dalam hal ekonomi, pengikisan kualitas pelayanan umum, dan investasi negara dalam infrastruktur untuk acara olahraga internasional terhadap pelayanan umum.[5]
Tiga pengunjuk rasa ditembak mati setelah markas Gendarmerie Kerajaan diserbu di Lqliâa.[6] Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 409 pengunjuk rasa ditangkap (kebanyakan di bawah umur), 28 pengunjuk rasa luka-luka (termasuk datu salam kondisi kritis di Oujda), dan 326 satuan keamanan luka-luka. Kerusakan barang meliputi 271 mobil polisi, 175 mobil pribadi dan vandalisme terhadap lebih dari 80 bangunan umum dan usaha swasta.[6]