Jalur kereta api Babat–Jombang Sejarah
Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) mendapatkan konsesi untuk segmen jalur hingga Jombang Kota yang tercatat dalam besluit tertanggal 31 Desember 1894.[ 1] BDSM kemudian mendapat konsesi izin dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan dicatatkan dalam besluit tertanggal 14 Mei 1896 dan dilanjut dengan besluit kedua tertanggal 12 Maret 1898.[ 2]
Jalur ini memiliki panjang kurang lebih 71,431 km, melewati 7 stasiun dengan bangunan permanen, 13 perlintasan sebidang , dan 8 sungai. Pada 1 Desember 1916, perusahaan Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij diakuisisi oleh Staatsspoorwegen sementara segmen Stasiun Jombang –Stasiun Jombang Kota diakuisi dari Krian Stoomtram Maatschappij pada 1 November 1918 senilai ƒ100.000.[ 3] Kemudian pada tahun 1921 dibangunlah percabangan dari Stasiun Krian menuju ke Stasiun Ploso .[ 4]
Pada tahun 1981, jalur kereta api ini resmi ditutup karena kalah bersaing dengan moda transportasi lain. Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional ,[ 5] jalur ini menjadi salah satu jalur kereta api yang akan direaktivasi, meskipun wacana reaktivasi terus mengemuka, tetapi tidak pernah terealisasikan.
Daftar stasiun[ 6]
Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Babat–Jombang Segmen Babat–Dradah Diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1902 oleh Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij dan diakuisisi oleh Staatsspoorwegen pada 1 Desember 1916 Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4407 Babat BBT Jalan Stasiun Babat, Babat, Babat, Lamongan km 160+373 lintas Gundih -Gambringan -Bojonegoro -Surabaya Pasarturi km 0+000 lintas Babat -Tuban km 71+431 lintas Jombang -Ploso -Babat +7 m Beroperasi
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4151 Nguwok NW Jalan Raya Babat–Sukorame, Nguwok, Modo, Lamongan km 65+630 Tidak beroperasi
4152 Kedungpring KEI Kandangrejo, Kedungpring, Lamongan km 59+508 +23 m Tidak beroperasi
Segmen Dradah–Bluluk Diresmikan pada tanggal 1 Januari 1902
4153 Dradah DRD Dradahblumbang, Kedungpring, Lamongan km 54+742 Tidak beroperasi
4154 Modho MDH km 50+410 Tidak beroperasi
Segmen Bluluk–Ngimbang Diresmikan pada tanggal 18 Juni 1901
4155 Bluluk BLK Jalan Raya Babat–Sukorame, Bluluk, Bluluk, Lamongan km 44+950 +63 m Tidak beroperasi
4156 Wotan WOT km 39+965 Tidak beroperasi
Segmen Ngimbang–Kabuh Diresmikan pada tanggal 17 Mei 1900
4157 Ngimbang NBG Ngimbang, Ngimbang, Lamongan km 35+036 +82 m Tidak beroperasi
4158 Tanjung (Lamongan) TAJ km 32+350 Tidak beroperasi
4159 Kambangan KBG Lamongrejo, Ngimbang, Lamongan km 29+475 +76 m Tidak beroperasi
4161 Pengamponnigas POG km 22+084 Tidak beroperasi
Segmen Kabuh–Ploso Diresmikan pada tanggal 1 Januari 1900
4162 Kabuh KAH Jalan Raya Ploso–Babat, Karangpakis, Kabuh, Jombang km 18+737 Tidak beroperasi
4163 Jatisari JTI Jalan Bojonegoro–Jombang, Kedungjati, Kabuh, Jombang km 16+412 Tidak beroperasi
4164 Bawangan BWG Jalan Babat–Jombang, Bawangan, Ploso, Jombang km 13+695 Tidak beroperasi
Segmen Ploso–Dolok Diresmikan pada tanggal 24 Desember 1899
4165 Ploso POS Jalan Raya Jombang–Babat, Rejoagung, Ploso, Jombang km 12+596 Tidak beroperasi
BH Jembatan Ploso (Brantas )
Segmen Dolok–Jombang Diresmikan pada tanggal 16 Agustus 1899
4166 Dolok DOL Bedahlawak, Tembelang, Jombang km 10+958 Tidak beroperasi
- Tembelang TBG km?? Tidak beroperasi
4167 Santrian SNT Jalan Raya Tembelang, Pesantren, Tembelang, Jombang km 8+194 Tidak beroperasi
4168 Tambakberas TAA Jalan Kyai H. Wahab Hasbullah, Tambakrejo, Jombang, Jombang km 5+090 Tidak beroperasi
4169 Jombang Kota JGK Jombang, Jombang, Jombang km 2+727 +37 m Tidak beroperasi
Segmen Jombang Kota–Jombang
Referensi
↑ "Eenige Bladzijden Indische Spoorwepolitiek. De Voormalige Babat-Djombang Stoomtram Maatschappij" (PDF) . Indisch Tijdschrift Voor Spoor-en Tramwegwezen . IV (10): 204. 1916.
↑ Boudewijnse, J.; van Soest, G.H. (1902). De Indo-Nederlandsche wetgeving . Elsevier.
↑ (Belanda) S. A., Reitsma (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen . Batavia (Jakarta) – Weltevreden. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link )
1 2 van Dirxland, Baron van der Goes; Martens, C.L.J. (1907). Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij . Den Haag: Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee.
↑ Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2011). Rencana Induk Perkeretaapian Nasional . Jakarta: Kementerian Perhubungan. hlm. 72.
↑ Nusantara, Telaga Bakti; Perkeretaapian, Asosiasi Pakar (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 1 . Bandung: CV. Angkasa. hlm. 164.
↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian . Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa .
↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen . Weltevreden: G. Kolff & Co.