Meskipun kedua negara tidak memiliki banyak hubungan kuno, Kerajaan Ayutthaya pada abad ke-16 telah menjadi salah satu mitra dagang paling aktif, termasuk pedagang Arab. Pedagang Oman, sebagai bagian dari pedagang Arab, mengembangkan hubungan yang erat dengan orang Siam dan bahkan memfasilitasi pembentukan komunitas Muslim Persia/Arab yang akan tetap ada di Thailand selama berabad-abad.[1] Hal ini mengakibatkan Oman dan Thailand menjadi makmur dalam sejarah abad pertengahan mereka, masing-masing, menarik pedagang Muslim lainnya ke Thailand juga.[2]
Hubungan modern
Oman dan Thailand segera menjalin hubungan dengan naiknya Qaboos bin Said al Said sebagai Sultan Oman pada tahun 1980.
Karena merupakan dua negara kerajaan yang mirip, Oman dan Thailand berupaya memanfaatkan hubungan ini. Sejak tahun 1980-an, perdagangan antara kedua negara meningkat.[3] Kedua negara telah terlibat dalam konsultasi politik sejak tahun 2017.[4]
Thailand adalah salah satu tujuan wisata paling populer bagi warga Oman di luar negara-negara Teluk, terutama wisata medis.[5]