Kosovomendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada 17 Februari 2008. Terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai apakah Oman telah mengakui Kosovo, atau membatalkan pengakuannya.[1][2]
Pada tanggal 4 Februari 2011, Kosovo mengumumkan bahwa mereka menerima nota dari Oman yang menyatakan bahwa mereka "akan menyambut keanggotaan Kosovo di Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta organisasi internasional dan regional lainnya" dan bahwa kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik.[1][3] Namun, pada bulan September 2011 Wakil Menteri Luar Negeri Kosovo Petrit Selimi menyatakan bahwa "Oman tidak pernah mengakui kami".[4] Kemudian pada bulan yang sama, Kementerian Luar Negeri Kosovo mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah telah memberi tahu mereka tentang pengakuan negaranya terhadap Kosovo.[2]Kuasa usaha Kosovo di Arab Saudi dikutip pada tahun 2012 mengatakan bahwa Oman tidak mengakui Kosovo.[5]
Pada bulan September 2022, Kementerian Luar Negeri Oman secara resmi mengeluarkan siaran pers yang secara tegas menyatakan bahwa menteri luar negeri Oman telah bertemu dengan presiden dan menteri luar negeri Republik Kosovo, yang menyiratkan bahwa Oman memang mengakui Republik Kosovo sebagai negara merdeka.[6]