Oman tidak mengakui Negara Israel dan menolak untuk mengakuinya sampai masalah Palestina diselesaikan.[3] Oman menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka diperlukan untuk normalisasi hubungan dengan Israel.[4][5]
Yusuf bin Alawi bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Oman, mengunjungi Presiden Mahmoud Abbas di Ramallah pada Oktober 2018.[7] Pada tahun yang sama, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mengunjungi Oman.[8] Pada Juni 2019, Oman mengumumkan rencana untuk membuka kedutaan besar di Ramallah dan delegasi diplomatik mengunjungi Ramallah pada Agustus untuk memulai formalitas.[9][10] Pada tahun 2020, parlemen Oman memilih untuk mengkriminalisasi hubungan dengan Israel.[11] Oman berpartisipasi dalam pertemuan luar biasa Organisasi Kerja sama Islam setelah perang Gaza dan menyerukan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan diakhirinya pendudukan Israel.[12] Ia menggambarkan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai ilegal dan menegaskan kembali dukungannya untuk solusi dua negara.[13] Ia menyerukan penyelidikan netral atas tindakan Israel dalam perang tersebut.[14]