Dorongan tersebut secara formal didukung oleh Liga Arab pada bulan Mei,[4] dan resmi dikonfirmasikan oleh Organisasi Pembebasan Palestina pada 26 Juni 2011.[5] Keputusan tersebut telah dicap oleh pemerintah Israel sebagai langkah unilateral, sementara pemerintah Palestina meyakininya adalah hal esensial dalam rangka memajukan keadaan saat ini. Beberapa negara lainnya, seperti Jerman dan Kanada, juga menolak keputusan tersebut dan menyerukan kembali negosiasi. Namun, negara-negara lainnya, seperti Norwegia dan Kanada, mendorong rencana tersebut. Sekjen berkata, "para anggota PBB terpecah antara sepakat atau menentang pengakuan kenegaraan Palestina di PBB."[6]