Helena Sky Bridge atau dalam bahasa Indonesia Jembatan Langit Helena adalah sebuah jembatan yang tergantung di lereng pegunungan karst Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia.[2] Jembatan ini dibangun dan dijadikan objek wisata pada tahun 2016. Jembatan ini memiliki panjang 50 meter (160 ft)[1] dan berada di ketinggian 100 meter (330 ft)[1] di atas permukaan laut dan melintas tepat di atas penangkaran kupu-kupu yang berukuran kurang lebih 7.000 meter persegi.[2] Objek wisata ini memberikan nuansa tantangan untuk berjalan menapaki jembatan yang panjang dan tinggi seraya menikmati indahnya pemandangan alam sekitar berupa tebing karst, penangkaran kupu-kupu, desa. Objek wisata ini sangat cocok bagi wisatawan petualangan dan pemburu spot-spot menarik. Lokasi wisata ini memiliki 247 jenis kupu-kupu, salah satunya adalah kupu-kupu yang dilindungi, yaitu spesies Kupu-Kupu Raja (Troides Helena) yang namanya diambil menjadi nama jembatan ini.[2]
Helena Sky Bridge masuk pada kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung. Objek wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, utamanya kaum milenial dan instagramer sejak selesai dibangunnya pada tahun 2017.[1] Daya tarik objek wisata ini adalah menghadirkan spot-spot menarik untuk latar swafoto pada sebuah jembatan.[1] Jembatan ini tepat berada di atas Taman Penangkaran Kupu-Kupu Bantimurung, di sisi belakangnya merupakan tebing karst Pegunungan Bantimurung, dan di sisi depannya merupakan pemandangan terbuka untuk melihat pemandangan luas dari kejauhan.
Untuk menaiki Helena Sky Bridge, wisatawan diharuskan tracking sejauh 200 meter dari loket pembelian karcis menuju puncak menara Helena Sky Bridge.[1] Wisatawan juga diharuskan antre karena jembatan ini dibatasi 5 orang secara bersamaan sekali naik.[1] Hal tersebut sesuai standar prosedur dan pengamanan bobot maksimal. Wisatawan akan dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang standar, mulai helm, dan webbing yang cukup lengkap.[1] Dari atas jembatan ini wisatawan bisa melihat indahnya kerajaan kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.[1] Tak jauh dari sana pun terlihat kubah raksasa penangkaran kupu-kupu yang menjadi ikon Bantimurung.[1] Keberadaan gunung karst menambah indah latar foto di atasnya.[1] Alat-alat pengaman pun seolah menjadi properti apik untuk berfoto.[1]