Abu Muhammad, Hasan bin Hasan bin Ali, adalah salah satu cicit Rasulullah dan cucu Ali. Beliau merupakan leluhur banyak klan Hasani yang tersebar dari Maroko hingga Nusantara. Sebagian keturunannya menjadi raja di daerah masing-masing.
Beberapa klan penguasa yang masih tersisa di antara keturunannya yakni:
Dinasti Senussi di Libya,[4][5] meski kini tidak memegang kekuasaan formal. Kepala dinastinya hari ini adalah Pangeran Muhammad bin Hasan bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad as Senussi cucu dari saudara Idris I dari Libya.
Dinasti Rassi[7] di bekas Kerajaan Mutawakkiliyah Yaman. Hari ini kepala dinastinya adalah Aqeel bin al-Mansur Muhammad Al Badr bin an-Nasir Ahmad bin Yahya Al Mutawakkil[8] bin Muhammad Al Mansur Billah Hamiduddin yang berdomisili di London.
Dan yang sangat banyak Klan yang merupakan pecahan atau Klan bukan pecahan dari Klan diatas. Sebagai contoh ada Keluarga Thabathabai,[9] Keluarga Ahmadi[10] dan lain sebagainya.
Abdullah, yang oleh kaum Suni dan kaum Sufi bergelar al-Mahdi, oleh kaum Syi'ah digelari al-Kamil, dari Abdullah inilah yang kemudian menurunkan dinasti Hasyimiyah yang berkuasa atas Yordania sekarang dan pernah berkuasa atas Iraq dan sebagai pemimpin kota Mekkah, Syarif Mekkah.[15] Abdullah tercatat mempunyai 4 putra yaitu:
Muhammad yang sangat terkenal dengan gelar an-Nafs az-Zakiya, mengobarkan revolusi Alawi dari kota Madinah bersama sekian ratus terntara. Namun karena kondisi Madinah yang miskin sumber daya dan ketergantungannya dengan perdagangan dengan daerah lain membuatnya menjadi salah satu sebab kekalahan pasukan Alawi di gulung oleh pasukan Abbasiyyah pimpinan Isa bin Musa bin Muhammad Al Abbasi, sepupu Al Mansur. Keturunannya, Imam Abul Amlak Sidi Muhammad as-Sharif bin 'Ali kemudian mendirikan Emirat di Tafilalt yang berkembang pada masa keturunannya Maulay Ismail menjadi Kerajaan Maroko dan pada masa Sultan Yusuf berubah dari Kesultanan menjadi Kerajaan dengan gelar Malik atau Raja.
Idris, bergelar al-Akbar oleh karena memiliki putra bernama sama yang kemudian digelari al-Azhar. merupakan pendiri negara Maroko dan mempunyai banyak keturunan di Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya baik kaum bangsawan (Dinasti Idrissi di Maroko dan Dinasti Sanusi di Libya) juga kaum ulamanya di seluruh Maghribi. Ketika kakanya kalah dalam peperangan melawan Abbasiyyah, ia kemudian pergi ke Maroko untuk memulai revolusi didukung oleh kaum Berber di sana.
Abdullah Syeikh ash-Sholah atau ats-Tsani bin Musa bin Abdullah, yang keturunannya sampai kepada Syekh Abdul Qadir Jilani pendiri tarekat Qadiriyyah, dan yang menjadi Syarif penguasa Hijaz dari dinasti Qatadah, Hawasyim dan Sulaimaniyah serta keluarga Ahmadi dari Ahmad Al Mizwar bin Abdullah.
Ibrahim Al Ghamri, yang dari sinilah menurunkan gelar Thobathoba'i, keturunannya yakni bernama:
Ismail bin Ibrahim Al Qhamri, kemudian
Ibrahim bin Ismail bin Ibrahim yang merupakan orang yang pertama dijuluki Thobathoba'i yang tersebar di Yaman, Mesir, Iran, Irak, India dst. Ia memiliki keturunan 4 putra yakni:
Muhammad Thobathoba'i
Al Qasim, yang bergelar Ar Rassi pula bergelar Turjumanuddin Najm Aly Rasulillah memiliki anak yaitu:
Abu Abdullah Husain Al Hafidz bin Qasim bin Ibrahim bin Ismail
Abdullah, menurunkan Imam Zaidiyyah, Abu Hasyim Husain bin Abdurrahman
Yahya Al Hadi Ilal Haq, Imam Zaidiyyah di Yaman. Dari keturunannya kemudian menjadi para Imam Yaman dan Raja Kerajaan Mutawakkiliyah Yaman Utara, yakni Imam Yahya bin Muhammad Hamiduddin sampai jatuhnya ketika perang dengan Republik Yaman Selatan.
Abu Abdullah Muhammad bin Qasim bin Ibrahim bin Ismail
Abdullah, kakek dari Imam Zaidiyyah, Qasim Al Mansur Al Ayyani bin Ali bin Abdullah
Qasim, menurunkan Imam Zaidiyyah, Ahmad Al Mahdi bin Husain bin Ahmad
Abu Muhammad Hasan bin Qasim bin Ibrahim bin Ismail
Abu Muhammad Ismail bin Qasim bin Ibrahim bin Ismail
Abu Muhammad Sulaiman bin Qasim bin Ibrahim bin Ismail
↑SahabatMaroko.com. "Sejarah Singkat Maroko". www.sahabatmaroko.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-15. Diakses tanggal 2023-04-10.
↑Zad al-Ma'ad karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah; Quraisy adalah julukan bagi salah satu di antara Fihr atau an-Nadhr (Raudhatul Anwar karya Shafiyyurahman al-Mubarakfuri).