Bani Hasyim (bahasa Arab:بنو هاشمcode: ar is deprecated , har.'Bənū Hāsyım') adalah salah satu klan dalam sukuQuraisy yang merujuk kepada Hasyim bin Abdul Manaf. Hasyim adalah ayah dari kakek Nabi Islam Muhammad. Anggota dari klan ini juga dapat disebut dengan nama al-Hasyimiyyun (bahasa Arab:الهاشميونcode: ar is deprecated ; aliasHashemites).[1][2]
Setelah meninggalnya kakek Muhammad yang bernama Abdul Muthalib, Abu Thalib, paman Muhammad menjadi kepala marga. Bani Hasyim merupakan salah satu marga penting di suku Quraish pada saat kelahiran Muhammad. Hal ini dikarenakan tugas Bani Hasyim untuk menjaga Ka'bah.
Pada masa awal kenabian dari Muhammad, pamannya Abu Thalib merupakan kepala marga, dan dia mendapat tekanan keras dari seluruh suku Quraish karena penyebaran agama yang dilakukan Muhammad. Walaupun begitu, Abu Thalib tidak pernah berhenti mendukung Muhammad. Anak Abu Thalib, Ali merupakan salah satu dari laki-laki pemeluk Islam pertama dan suami dari puteri Muhammad, Fatimah az-Zahra.
Peranan Bani Hasyim
Abu Thalib dan saudara-saudaranya berperan atas memberikan makan dan minum bagi peziarah yang datang ke Makkah setiap tahun untuk mengunjungi Ka'bah, yang dibangun oleh Ibrahim. Saat itu, berhala dari berbagai suku diletakkan di dalam Ka'bah, lebih dari 300.
Boikot terhadap Bani Hasyim
Tahun 617-619, terjadi Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad.
Ketika Muhammad mengambil alih kota Makkah, Dia membuang semua berhala dari dalam Ka'bah dan menghancurkannya, dan hanya boleh dibantu oleh Ali.[butuh rujukan]