Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis.[2]
Bentuk dan kegunaan
Secara umum, gong memiliki bentuk seperti belanga dan mempunyai bulatan di tengah (pencu) untuk ditabuh. Umumnya, gong digantung pada sebuah palang (gayor).[4] Selain sebagai alat musik, penabuhan gong secara tunggal juga menjadi penanda dimulainya suatu acara,[3] ataupun alat pengumpul dan penyampaian pengumuman pada massa.[5]
12parto.id. "Gong Ruwukan". Gong Ruwukan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-18.
12Dewi, Ni Luh Putu Chandra; Estudiantin, Nusi Lisabilla; Yogaswara, Wawan; Yulita, Ita; Moerdianti, Retno (2008). Informasi Koleksi Musik Tradisional Indonesia(PDF). Jakarta: Museum Nasional. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)