Gerong adalah jenis nyanyian Jawa yang dinyanyikan secara bersama dalam musikgamelan.[1][2] Pada jenis musil tertentu, yang tergolong musil klasik, gerong diiringi dengan seperangkat gamelan kecil memakai kemanak.[3][4] Gerong dapat digabungkan dengan pesinden.[5][6] Jika digabung seperti itu, Gerong diupayakan menciptakan nada polifoni.[3] Gerong berbeda dengan penyanyi tunggal perempuan sindhen.[3] Dalam paduan suara, penyanyi Gerong harus bernyanyi bersama, dan umumnya lebih selaras dengan alunan mantap pada bagian gamelan yang mendasar.[3][7] Sementara itu, bagian vokal untuk keduanya, yaitu para penyanyi laki-laki dan perempuan, dapat dinotasikan dalam tanda sandi atau notasi angka yang disebut dengan notasi kepatihan.[8] Iringan Gerong dalam Sendra Tari Ramayana bermaksud memperkuat iringan gendhing dalam menciptakan suasana tertentu pada setiap adegan.[9] Selain itu, syair yang dinyanyikan dapat memperjelas jalan cerita.[10]