Gekiyaku Chudoku (劇薬中毒; Keracunan Obat Keras) adalah singel keduapuluh dari grup idola Jepang, =LOVE yang dirilis pada 1 April 2026. Singel ini menampilkan Noguchi Iori dan Sasaki Maika yang menjadi center utama, dan merupakan kedua kalinya setelah singel Natsumatope yang memiliki formasi center yang sama.
Latar Belakang
Rilis dalam enam format: Edisi Terbatas Cetakan Pertama Tipe A (CD+DVD), Tipe B, Tipe C, dan Tipe D (CD+Blu-ray), Edisi Terbatas Produksi Sempurna Tipe E, serta Edisi Reguler Tipe F (hanya CD)[1]. Pada 13 Januari 2026, pengumuman mengenai perilisan singel ke-20 mulai dipublikasikan[2]. Pada 16 Februari, mereka tampil dalam program musik TBS CDTV Live! Live! dan membawakan lagu utama "Gekiyaku Chudoku" untuk pertama kalinya[3].
Lagu tersebut mulai tersedia melalui layanan penyiaran musik pada 17 Februari. Delapan hari setelahnya, lagu ini berhasil mencapai 10 juta pemutaran menjadikannya pencapaian tercepat dalam sejarah grup[4]. Dalam Oricon Weekly Streaming Chart (per 2 Maret), lagu ini memulai debutnya di posisi ke-5 dan mencatatkan peringkat tertinggi bagi grup[5].
Video musik (MV) resmi dirilis melalui YouTube pada tanggal 1 Maret[6]. Pada 19 Maret, jumlah penayangan video musik tersebut telah melampaui angka 10 juta kali tayang[7].
Lagu utama "Gekiyaku Chuudoku" dideskripsikan sebagai "lagu cinta bertema gelap" yang emosional dan penuh gairah, memberikan kontras yang tajam dibandingkan dua singel sebelumnya, "Tokubechu, Shite / Koibito Ijou, Suki Miman" dan "Love Song ni Osowareru, yang mengusung tema kawaii. Menurut Sasaki Maika, lagu ini memiliki tingkat kesulitan performa yang tinggi dan mencerminkan kematangan grup saat ini. Dari sisi lirik Noguchi Iori menyoroti kekuatan kata-kata Sashihara yang menggambarkan cinta yang "berat" dan menyakitkan, seperti ketergantungan seseorang pada perhatian pasangannya yang disimbolkan melalui penggunaan lipstik dan alkohol.[8]
Dalam proses rekaman, para anggota diarahkan untuk memberikan vokal yang lebih ekspresif dan emosional. Oba Hana menyatakan bahwa ia harus keluar dari gaya bernyanyi biasanya yang cenderung jernih menjadi lebih intens dan bertenaga, khususnya pada bagian bridge lagu.
Video musik Gekiyaku Chudoku mengusung konsep cerita fiksi bertema laboratorium misterius. Dalam ceritanya, laboratorium tersebut mengekstraksi "ingatan bahagia" dari Sasaki Maika untuk menciptakan sebuah obat yang dapat memberikan kebahagiaan bagi peminumnya dengan latar sebuah laboratorium tempat pembuatan obat-obatan keras. Para anggota lainnya berperan sebagai peneliti, kecuali Noguchi Iori yang berperan sebagai petugas kepolisian yang melakukan investigasi penyamaran. Di akhir cerita, karakter Iori dikisahkan berkhianat dan bergabung dengan para peneliti. MV ini juga menampilkan adegan aksi, termasuk penggunaan senjata api oleh Iori dan adegan fisik yang dilakukan oleh Morohashi Sana.[8][4]
Moratorium
Lagu ini menandai pencapaian penting bagi Morohashi Sana, yang untuk pertama kalinya dipercaya sebagai center dalam lagu yang dibawakan oleh seluruh anggota grup. Lagu ini digubah oleh Katsuhiko Sugiyama, komposer yang dikenal melalui karya-karyanya untuk Nogizaka46 bersama dengan oni. Takamatsu Hitomi dan Yamamoto Anna mengungkapkan bahwa berkolaborasi dengan Sugiyama adalah impian jangka panjangnya yang akhirnya terwujud. Meskipun memiliki nuansa emosional seperti lagu balada, "Moratorium" dibawakan dengan tempo cepat menciptakan atmosfer yang unik dan mudah dinikmati.[9][10]
Takiwaki Shoko mencatat bahwa lagu ini, bersama dengan lagu utama "Gekiyaku Chudoku" sama-sama mengeksplorasi emosi yang menyakitkan namun "Moratorium" memiliki kedalaman lirik yang terasa sangat personal bagi para anggota seiring dengan kedewasaan mereka. Secara tematik, "Moratorium" adalah sebuah lagu cinta melankolis yang dibalut dengan melodi yang menyegarkan. Liriknya menggambarkan perasaan seseorang yang menyadari bahwa cintanya tidak akan terbalas, namun ia tetap memilih untuk mencintai dan ingin berada di dekat orang tersebut sedikit lebih lama.[11] Vokal Morohashi Sana dalam lagu ini dipuji karena kemampuannya menyampaikan emosi yang mendalam pada setiap kata, serta fleksibilitasnya dalam berevolusi saat membawakan lagu tersebut secara langsung (live).[10]
Video musik "Moratorium" menampilkan cerita di mana Morohashi Sana berperan sebagai tokoh utama yang terjebak dalam bayang-bayang patah hati masa lalu. Cerita berkembang hingga akhirnya ia mampu berdamai dan mengafirmasi pengalaman cintanya tersebut. Visual dalam video ini menonjolkan adegan "Beauty LIP" yaitu pengambilan gambar jarak dekat (close-up) yang memperlihatkan ekspresi wajah para anggota dengan fokus pada riasan bibir dengan latar Alam dimana adegan performa yang dilakukan di ruang terbuka yang luas dan dipenuhi dengan tanaman serta bunga, menciptakan kesan megah sekaligus puitis.[11]
Ohimesama no Tsukurikata
Lagu ini dibawakan oleh Saito Kiara sebagai center. Lagu ini merupakan satu-satunya lagu dalam singel ke-20 yang mengusung tema kawaii dan ceria, memberikan kontras terhadap lagu utama "Gekiyaku Chudoku" yang bertema gelap. Lagu ini dideskripsikan sebagai "lagu penyemangat yang realistis" bagi semua orang yang bekerja keras setiap hari. Liriknya menekankan pada pesan afirmasi diri, di mana seseorang berusaha mencintai dirinya sendiri dan tetap berupaya tampil cantik meskipun menghadapi kendala sehari-hari.[12]
Saito Kiara mengungkapkan bahwa liriknya sangat relevan dengan kehidupan nyata para anggota, seperti pakaian yang kusut atau wajah yang membengkak (むくみ/mukumi) saat bangun tidur. Takamatsu Hitomi menambahkan bahwa melalui lagu ini, =LOVE ingin menunjukkan sisi manusiawi mereka kepada penggemar dengan pesan: "Jangan khawatir, kami pun merasakan hal yang sama." Salah satu keunikan liriknya adalah penyisipan frasa "Hora, ofuro ga wakimashita ♡" (Lihat, air mandinya sudah siap), yang merupakan easter egg dari ucapan spontan Saito Kiara dalam sebuah acara varietas televisi yang sempat viral di kalangan penggemar.[12]
Video musik "Ohimesama no Tsukurikata" mengusung konsep cerita di dalam sebuah pertunjukan gambar, Saito Kiara berperan sebagai seorang gadis yang sangat mengagumi sosok putri raja. Ia melakukan berbagai upaya keras namun sederhana untuk menjadi "putri", sementara anggota =LOVE lainnya berperan sebagai pendukung yang membantu mewujudkan impian tersebut secara rahasia. MV ini menampilkan estetika "Princess Success Story" dengan latar belakang rumah boneka yang penuh warna.[13]