Last Note Shika Shiranai (ラストノートしか知らない; Hanya Aku yang Tahu Last Note itu) adalah singel ke limabelas dari grup idola Jepang, =LOVE yang dirilis pada 29 November 2023. Singel ini menandai debut Saito Kiara sebagai center utama untuk pertama kalinya.[1] Singel ini dirilis dengan 5 format yaitu Type A, Type B, Type C (CD dan DVD) Type D (CD dan Blu-ray) dan Type E (hanya CD saja).[2]
Penjualan
Penjualan pada minggu pertama mencapai 207.000 kopi melampaui penjualan album sebelumnya, "Natsumatope" yang mencapai nomor 1 pada 31 Juli 2023 dengan jumlah 180.000 kopi sekaligus mencetak rekor baru untuk penjualan pada minggu pertama.[3]
Sampul Singel
Arahan seni dan desain sampul ditangani oleh Yuko Otaki.[4]Edisi Type D mencakup sampul bonus yang menampilkan karya seni Morohashi Sana.[5]
Lagu ini pertama kali dipentaskan pada =LOVE 6th Anniversary Premium Concert di Saitama Super Arena, dengan video musiknya juga ditanyangankan pada konser tersebut.[6][1]Saito Kiara yang merasakan tekanan besar tampil sebagai center di venue besar, sempat menunjukkan emosi di sesi MC. Para anggota lain mengungkapkan bahwa latihan menjelang konser sangat terbatas, terutama dalam penggunaan mikrofon dan in-ear monitor sehingga penampilan pertama berlangsung hampir tanpa gladi resik penuh. Meski demikian, mereka memuji hasil akhir penampilan yang dinilai sukses.[7]
Penunjukan Saito Kiara sebagai center diumumkan langsung oleh produser grup, Rino Sashihara. Kiara mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka akan dipercaya memimpin lagu utama, mengingat karakter lagu yang bernuansa dewasa dan sulit secara vokal.[7] Untuk menyesuaikan konsep lagu, Sashihara juga menyarankan Kiara mewarnai rambutnya menjadi pirang menggantikan warna merah muda sebelumnya. “Last Note Shika Shiranai” merupakan lagu balada bernuansa sendu yang mengangkat metafora parfum, khususnya “last note” yaitu aroma terakhir yang tersisa setelah dua jam.[8]
Tema tersebut menggambarkan hubungan cinta yang tidak setara, di mana sang protagonis mengetahui ia bukan satu-satunya bagi pasangannya. Para anggota menyatakan bahwa lirik lagu tersebut mudah menggugah emosi dan mendapat resonansi dari pendengar perempuan. Video musik lagu ini menampilkan kisah cinta yang pahit, dengan adegan penutup berupa senyuman Kiara. Para anggota memberikan beragam interpretasi, mulai dari senyuman yang mencerminkan penerimaan, hingga kemungkinan bahwa adegan tersebut terjadi dalam imajinasi sang protagonis.[8]
Lagu ini menampilkan Takamatsu Hitomi sebagai center dan merupakan lagu cinta bahagia yang dipenuhi cinta tak berbalas, bertemakan kencan berkendara yang luar biasa yang dipersembahkan kepada orang spesial yang duduk di kursi penumpang. Video musik ini berpusat pada anggota =LOVE yang duduk di kursi penumpang mobil sembari menikmati perjalanan dan merupakan karya yang memungkinkan penonton untuk merasakan kencan di perjalanan secara virtual, dengan fokus pada sudut pandang subjektif.[9]
Lagu "Kyousou Catastrophe" menampilkan Noguchi Iori sebagai center dan bercerita tentang cinta gila yang tidak takut menghancurkan diri sendiri, meskipun seseorang tahu bahwa cinta itu menuju kehancuran. Para member menggambarkan “Kyousou Catastrophe” sebagai lagu bertema bahaya, obsesi, dan cinta yang tidak stabil. Meski “Last Note Shika Shiranai” juga membahas hubungan yang riskan, lagu ini memiliki ketegangan berbeda yang lebih liar, gelap, dan hampir menyerempet horor.[10] Video musik ini menggambarkan seorang perempuan yang terjebak dalam pola pikir destruktif, berkelana sambil menghadapi berbagai emosinya sendiri dan bergerak menuju pembebasan.[11]
Lagu "Doko ga Suki ka Itte" merupakan lagu unit yang dibawakan oleh Otani Emiri, Sasaki Maika, Noguchi Iori, dan Morohashi Sana. Lagu ini menggambarkan konflik antara ketidakmampuan untuk melepaskan cinta kepada pacar, meskipun hubungan sudah berakhir. Video musik ini terdiri dari adegan cerita tentang empat anggota unit yang menjalani hubungan jarak jauh, serta bagian bibir dan tarian. Dalam adegan simbolis dalam cerita, teknik yang disebut pewarnaan parsial digunakan di mana hanya satu objek khusus yang tetap berwarna dalam gambar monokrom yang secara efektif menggambarkan konflik batin.[12]