Deskripsi Lagu
Be Selfish
Lagu ini dirilis di bawah arahan produser Sashihara Rino, yang juga memberikan dukungan pribadi kepada Iori agar tetap menjadi dirinya sendiri sesuai dengan pesan lagu.[2]
"Sebenarnya, aku suka banget nuansa J-pop di bagian chorus. Waktu aku nulis lirik tentang cinta, aku merasa kayak lagi nolak seseorang di suatu tempat... Itulah perasaan yang aku tuangkan ke dalam lagu ini! Iori!! Tetaplah seperti dirimu sendiri!!! Kamu cantik!"[3]
Lagu ini digubah oleh Honda Yuki, yang sebelumnya juga menggubah lagu untuk grup saudari ≠ME dan =LOVE. "Be Selfish" digambarkan sebagai lagu pop yang adiktif dengan melodi yang indah dan lirik bertema semangat untuk hidup sesuai jati diri. Beberapa anggota menyebutkan bahwa pesan lagu ini memberikan dorongan positif bagi pendengarnya untuk menghargai diri sendiri dan menjalani hidup tanpa tekanan dari orang lain.[4]
Koreografi lagu dikerjakan oleh Shoji dari kelompok tari s**t kingz, yang dikenal dengan gaya energik dan ekspresif. Bagian interlude tari yang ditampilkan oleh Noguchi Iori, Yamamoto Anna, dan Sasaki Maika menjadi salah satu sorotan karena menampilkan sisi kuat dan modern dari grup. Video musik "Be Selfish" berlokasi di Korea Selatan dengan melibatkan tim produksi, penata rambut, dan penata rias asal Korea. Para anggota memuji profesionalisme staf dan teknik sinematografi yang digunakan selama proses syuting.[5] Selain itu para anggota juga mendapatkan tata rias dan gaya rambut baru yang disesuaikan dengan karakter masing-masing, memberikan kesan segar dan kontemporer pada penampilan grup.[6]
| Keterangan |
Nama |
| Center |
Noguchi Iori |
| Lirikus |
Rino Sashihara |
| Komposer |
Honda Yuki |
| Aransemen |
Kawai Taishi |
| Sutradara MV |
Oroshi (DESERTBEAGLE) |
| Koreografer |
shoji (s**t kingz) |
Suki tte, lenakatta
Lagu ini menampilkan Noguchi Iori sebagai center dan dijadikan sebagai lagu tema drama "Moshimo, Kono Kimochi wo Koi to Koubo Nara...". Lirik lagu ditulis oleh Sashihara Rino. Lagu ini menggambarkan perasaan cinta yang lembut dan canggung, tentang seseorang yang tidak mampu mengungkapkan kata “aku mencintaimu.” Dengan aransemen yang tenang dan nuansa melankolis, lagu ini menonjolkan sisi emosional dari grup yang berbeda dengan karya mereka sebelumnya.[4]
Menurut Noguchi Iori, lagu ini memiliki suasana yang berubah-ubah hanya dari “tarikan napas atau cara suara yang menggantung.” Ia menggambarkan liriknya seperti monolog halus yang menyampaikan perasaan terpendam. Dalam proses rekaman, Iori berusaha menyalurkan ketulusan dan kehangatan karakter utama melalui vokalnya dan sering menggunakan falsetto untuk menjaga kelembutan nada. Iori juga menyebut bahwa “Suki tte, Ienakatta” menjadi lagu dengan aransemen paling lembut dan tenang dalam diskografi =LOVE hingga saat itu. Dengan minimnya instrumen dan penggunaan vokal yang jernih, lagu ini menonjolkan ekspresi emosional anggota dan memperlihatkan sisi baru dari grup.[4]
Berlatar di sekolah, Video musiknya penuh dengan sorotan termasuk adegan dramatis yang menampilkan sang wanita, diperankan oleh Iori yang "terus memikirkan sepenuh hati tentang anak laki-laki yang dicintainya". Adegan tari menampilkan semua anggota dalam gaun berwarna pastel pucat yang mencolok, dan adegan bibir solo oleh para anggota.[7]
| Keterangan |
Nama |
| Center |
Noguchi Iori |
| Lirikus |
Rino Sashihara |
| Komposer |
Tsukada Kohei |
| Aransemen |
Yuasa Atsushi |
| Sutradara MV |
Ohno Toshitsugu |
| Koreografer |
CRE8BOY |
Watashi, Mahoutsukai
Lagu ini merupakan lagu unit yang dibawakan oleh Saito Nagisa dan Otani Emiri, yang dikenal di kalangan penggemar dengan sebutan “Mirina-tan”. Lagu ini memiliki tema mencintai diri sendiri dan meningkatkan kepercayaan diri, dengan pesan bahwa seseorang harus hidup untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. Menurut Saito Nagisa, lagu ini memiliki semangat yang mirip dengan lagu utama "Be Selfish" tetapi dengan nuansa yang lebih lembut dan penuh kelucuan. Ia menggambarkan lagu ini sebagai kisah tentang “menjadi imut untuk diri sendiri,” sesuatu yang dapat dipahami oleh banyak perempuan.[4]
Koreografi lagu ini terinspirasi oleh gerakan pesulap, sehingga menghadirkan kesan lucu dan menawan. Morohashi Sana menyebut lagu ini memiliki keseimbangan vokal yang baik antara Nagisa dan Emiri serta gerakan tari yang menarik dan mudah diikuti, sehingga berpotensi populer di kalangan penggemar. Menurut Otani Emiri, "Watashi, Mahoutsukai" adalah lagu yang mencerminkan hubungan hangat di antara keduanya dan membawa pesan bahwa setiap orang bisa mengatasi kesulitan jika memercayai diri sendiri seperti seorang penyihir yang mampu menciptakan keajaiban. Lagu ini juga dinilai memiliki suasana yang meningkatkan harga diri dan memberikan perasaan positif yang berbeda dari “Be Selfish.”[6]
Video musiknya diproduksi berdasarkan konsep "Sihir Rahasia Dua Sahabat Baik" dan terdiri dari dua adegan: adegan sehari-hari dan adegan penyihir. Video musik ini menggambarkan kehidupan sehari-hari yang manis dan bak dongeng dari dua orang yang merahasiakan bahwa mereka adalah penyihir.[8] Beberapa anggota, seperti Sasaki Maika dan Yamamoto Anna memuji keseimbangan antara suara Nagisa dan Emiri yang dinilai “sempurna.” Bagian akhir lagu menampilkan efek stereo di mana suara keduanya terdengar dari arah kanan dan kiri, menciptakan kesan seolah mereka berbisik lembut di telinga pendengar .
Mayonaka Mermaid
Lagu ini merupakan lagu solo dari Sasaki Maika, menampilkan vokal lembut dan emosional yang berbeda dari gaya grup pada umumnya. Lagu ini memiliki melodi balada yang melankolis, menggambarkan kisah cinta tragis dengan metafora seorang putri duyung yang tidak dapat bersatu dengan kekasihnya. Maika menyebut bahwa ia berusaha menyanyikan lagu ini dengan hati-hati agar tidak merusak suasana tenang dan indahnya melodi. Karena banyak menggunakan falsetto, proses rekaman menjadi cukup menantang baginya bahkan ia sempat merasa “hampir kehabisan napas” tetapi menilai gaya vokal itu justru cocok dengan citra lembut dan kesepian seorang putri duyung.[9][6]
Maika menafsirkan baris terakhir lagu “Bawa aku pergi sekarang juga, ke dunia tempat kita bisa bersatu. Di hari aku mati tanpa menyentuhmu, lautan ini akan dipenuhi air mata” sebagai simbol kesedihan atas perpisahan abadi, menandakan bahwa mungkin bukan sang putri duyung yang mati, tetapi orang yang dicintainya.[6]