Djoko Kirmanto mengawali kariernya di Kementerian Pekerjaan Umum (dahulu Departemen Pekerjaan Umum) pada tahun 1967 sebagai Site Engineer pembangunan fondasi Karang Semut Yogyakarta. Beberapa proyek yang diselesaikan oleh Djoko Kirmanto antara lain Proyek Irigasi Sadang, Sulawesi Selatan (1970 - 1974), Proyek Pekalen di Jawa Timur (1976-1980), Proyek Irigasi IDA di Jakarta (1980-1983).[1]
Selama memperoleh kepercayaan sebagai Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mampu menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur strategis yang manfaatnya terasa hingga saat ini yakni:
Penyelesaian Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Madura dengan panjang total 5438 m,[3] di mana diinisiasi oleh Menteri sebelumnya Soenarno.
Penyelesaian Jalan Tol Cipularang yang dibangun guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat dan mempercepat waktu tempuh dari Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya. Tol ini memiliki panjang 54 kilometer, diselesaikan pada kepemimpinan Djoko Kirmanto.[4]
Menginisiasi Jalan Tol Transjawa[5] dengan pembangunan Jalan Tol Cipali yang memiliki panjang total 116 kilometer, menghubungkan antara Cikopo Purwakarta dengan Palimanan Cirebon. Jalan tol ini direncanakan semenjak zaman pemerintahan Soeharto, di mana tujuan pembangunannya guna mengurangi tingkat kemacetan[6][7]jalan pantai utara jawa hingga meningkatkan kinerja logistik ekonomi nasional.
Penyelesaian Jembatan Kelok 9 yang mempermudah transportasi dari Sumatera Barat menuju Riau dan sebaliknya. Jembatan ini terdiri atas enam jembatan sepanjang 959 meter dengan lebar 13,5 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter.[10][11]
Dan beberapa infrastruktur lain seperti Waduk Jatibarang (20,4 juta meter kubik) sebagai pengendali Banjir[12] dan Penyediaan Air Baku di Semarang, Waduk Ponre - Ponre [13] (48 juta meter kubik) untuk mengairi 4.411 hektare sawah[14] di Sulawesi Selatan.