Digitalis lanata; yang secara umum sering disebut bunga bidal berbulu[3] atau bunga bidal Yunani;[4] adalah spesies bunga bidal, tumbuhan berbunga dalam famili Plantaginaceae. Nama ini berasal dari indumentum berbulu pada daunnya. Seperti halnya spesies bunga bidal lainnya, D. lanatatoksik di semua bagiannya. Gejala keracunan Digitalis meliputi mual, muntah, sakit kepala parah, pupil melebar, masalah penglihatan, dan kejang serta aritmia jantung pada tingkat toksisitas terburuk. Tumbuhan ini juga berbahaya bagi hewan.[5][6]
Etimologi
Kata lanata berasal dari kata lanatus yang berarti "berbulu".
Deskripsi
Digitalis lanata adalah tumbuhan biennial atau perennial yang tumbuh dari batang bawah horizontal. Terdapat roset yang rapi sebelum tangkai bunga muncul, dan tersusun rapi di sekitar batang berwarna ungu. Tumbuhan ini umumnya membentuk batang tunggal yang tegak, berdaun hampir seragam, dan sebagian menjulang di pangkalnya.[7] Tumbuhan ini biasanya menumbuhkan batang dan bunga pada tahun kedua.[4][5] Batangnya memiliki tinggi 0,3 hingga 0,6 meter, atau sekitar 13 hingga 26 inci.[7]
Daunnya berwarna hijau sedang, berbulu, berurat, dan ditutupi bulu putih di bagian bawahnya. Rasanya sangat pahit. Daun batang bagian bawah berukuran 6 hingga 12 cm (kadang-kadang hingga 20 cm) panjangnya dan 1,5 hingga 3,5 cm lebarnya; daun batang bagian atas berukuran 4 hingga 10 cm panjangnya dan berbentuk lanset, biasanya dengan tepi utuh, dan dengan tulang daun tengah yang khas.[7] Daun di sepanjang tangkai berselang-seling.[5] Daun batang bagian bawah layu pada awal masa berbunga.[7]
Bunga tandanmajemuk tertutup rapat oleh rambut berbulu yang lebat (tomentosa), dan bunganya tersusun rapat dalam bunga tandan yang berbentuk piramidal.[7] Bunganya berbentuk tabung dan lonceng, berwarna kuning pucat hingga keputihan dengan garis-garis cokelat atau ungu (tanda retikulasiberwarna karat),[8] dan lobus tengah bibir bawah berukuran 8 hingga 13 mm.[9]
Buahnya berupa kapsul kerucut dengan ujung tumpul yang berujung paruh pendek. Biji yang berkembang di dalamnya berbentuk segi empat atau prisma, dan berukuran sekitar 0,6 mm lebarnya dan 1,1 hingga 1,3 mm panjangnya.[7]
Persebaran
Sumber asalnya adalah dari Anatolia dan Balkan, di mana ia ditemukan di Albania, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Trakia (Turki Eropa), Hungaria, Serbia, Kosovo, dan Rumania, ke timur hingga Moldova utara. Ia telah diperkenalkan ke Galisia Ukraina,[6][7] Austria, Republik Ceko, Estonia, dan Jerman. Keberadaannya di Slovakia masih diragukan.[6]
Di Minnesota, tumbuhan ini menghabiskan tahun pertamanya sebagai roset basal. Pada tahun-tahun berikutnya, ia berbunga pada bulan Juni dan Juli, dan bijinya matang pada awal hingga pertengahan September.[5] Di Ukraina dan Moldova, ia berbunga pada bulan Juli dan Agustus.[7]
Tumbuhan ini lebih menyukai tempat teduh sebagian dan tanah yang kaya humus, tetapi juga tumbuh di tanah berpasir.[12]
Daun tetap agak turgid bahkan pada potensi air daun yang sangat rendah, karena adaptasi osmotik melalui sintesis zat non-ionik di daun. Penurunan fotosintesis yang disebabkan oleh kekeringan dapat dipulihkan setelah beberapa jam setelah penyiraman tanaman.[13] Stres kekeringan juga mengurangi hasil kuantum fotosistem 2.[14] Lebih dari 70 glikosida pahit dengan aktivitas jantung, dengan lima aglikon berbeda; yakni digitoksigenin, digitoksigenin, digoksigenin, digitaligenin, dan digitaloksigenin; di daun bertindak sebagai perlindungan terhadap herbivora.[15] Hasil panen dan konsentrasi glikosida jantung ini ditingkatkan dengan budidaya rumah kaca melalui peningkatan suhu dan peningkatan konsentrasi karbon dioksida.[16]
Kegunaan
Medis
Digitalis lanata mengandung glikosida jantung yang kuat yang dapat digunakan oleh pasien dengan kondisi jantung. Digoksin (digitalin) adalah obat yang diekstrak dari D. lanata.[17][18] Obat ini digunakan untuk mengobati beberapa kondisi jantung seperti fibrilasi atrium dan aritmia jantung.[18] Efek kardiotoniknya memperlambat konduksi atrioventrikular sehingga detak jantung melambat dan sedikit meningkatkan kekuatan kontraksi (efek inotropik positif).[19] Karena peningkatan sirkulasi pada gagal jantung kongestif yang disebabkan oleh fibrilasi atrium cepat, ginjal dapat berfungsi lebih baik, yang merangsang aliran urine, yang menurunkan volume darah dan mengurangi beban pada jantung.
Penggunaan glikosida Digitalis dalam kedokteran hewan telah menjadi kontroversial karena profil terapeutik terhadap toksisitasnya yang relatif rendah, respons fisiologis yang berbeda, variasi efek samping, dan kesulitan dalam menunjukkan respons terapeutik yang positif.[19]
Glikosida jantung dari D. lanata dan sumber alami lainnya memiliki efek toksik, menghasilkan otomatisitas ventrikel dan efek vagal, yang mengakibatkan penyumbatan nodus AV. Toksisitas akut menghasilkan mual, muntah, lesu, kebingungan, dan kelemahan.[20]
William Withering dianggap sebagai orang pertama yang secara klinis menyelidiki tumbuhan ini sebagai terapi untuk edema, dan menulis sebuah buku pada tahun 1785 tentang potensi penggunaan medis ekstrak Digitalis purpurea setelah uji coba pada manusia.[21][22]
Digitalin baru ditemukan pada pertengahan abad ke-19 oleh dua ilmuwan Prancis yakni Homolle Ouevenne dan Theodore Ouevenne. Baru pada tahun 1875 Oscar Schmiedberg mengidentifikasi digoksin dalam tumbuhan ini.[23] Digoksin pertama kali diisolasi pada tahun 1930-an di Inggris oleh Sydney Smith.[24] Saat ini, digoksin masih diekstrak dari tumbuhan ini karena sintesis industri terlalu mahal dan sulit.[22] Namun, penggunaannya semakin jarang[21] karena indeks terapeutik yang sempit[19] dan potensi efek samping yang parah.[20] Digoksin digantikan oleh obat-obatan yang baru[21]
Rumah sakit jiwa menggunakan ekstrak digitalis sepanjang abad ke-19 sebagai obat penenang bersama dengan hiosin dan opiat.[25]
Produksi komersial digoksin dari D. lanata melibatkan penanaman tanaman dari biji selama dua tahun, panen dan pengeringannya di dalam silo, kemudian daunnya dihancurkan menjadi bubuk, dan senyawa tersebut diekstrak dan dimurnikan menggunakan proses kimia.[26]
Lainnya
Digoksigenin (DIG) adalah steroid yang ditemukan di bunga dan daun spesies Digitalis, dan diekstrak dari D. lanata. Digoksigenin dapat digunakan sebagai probe molekuler untuk mendeteksi mRNA secara in situ dan memberi label DNA, RNA, dan oligonukleotida.[27] Senyawa ini dapat dengan mudah diikat ke nukleotida seperti uridina melalui modifikasi kimia. Molekul DIG sering dihubungkan ke nukleotida; uridina berlabel DIG kemudian dapat dimasukkan ke dalam RNA melalui transkripsiin vitro. Setelah hibridisasi terjadi, RNA dengan DIG-U yang terintegrasi dapat dideteksi dengan antibodi anti-DIG yang dikonjugasikan dengan fosfatase alkali. Untuk mengungkapkan transkrip yang terhibridisasi, dapat digunakan kromogen yang bereaksi dengan fosfatase alkali untuk menghasilkan endapan berwarna.
Gambar
Referensi
↑"Digitalis lanata". International Plant Names Index. The Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries and Australian National Botanic Gardens. Diakses tanggal 30 November 2020.
123"Grecian Foxglove". Biological Control and Eradication Projects. Kansas Department of Agriculture. 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-08-24. Diakses tanggal 2010-05-06.
12345678Ivanina, L. I. (1997) [1955]. Schischkin, B. K.; Bobrov, E. G. (ed.). Flora of the U.S.S.R. Vol.22. Diterjemahkan oleh Bakaya, Kamal. Springfield, Va.: Israel Program for Scientific Translations. hlm.461.
↑Fock, H.P.; Biehler, K.; Stuhlfauth, T. (1992). "Use and degradation of light energy in water-stressed Digitalis lanata". Photosynthetica. 27 (4): 571–7.
↑Hildebert Wagner, Pharmazeutische Biologie, 2. Drogen und ihre Inhaltsstoffe, Gustav Fischer Verlag, Stuttgart 1980
↑Stuhlfauth, T; Fock, H. P (1990). "Effect of Whole Season CO2 Enrichment on the Cultivation of a Medicinal Plant, Digitalis lanata". Journal of Agronomy and Crop Science. 164 (3): 168–173. Bibcode:1990JAgCS.164..168S. doi:10.1111/j.1439-037X.1990.tb00803.x.