Gulma berbahayaAlga Caulerpa taxifolia adalah gulma laut berbahaya yang dijuluki alga pembunuh. Ini adalah gambarnya yang sedang menginvasi hamparan tanaman asli.
Gulma berbahaya atau gulma merugikan adalah gulma yang telah ditetapkan oleh otoritas pertanian atau otoritas pemerintah lainnya sebagai tanaman yang berbahaya bagi tanaman pertanian atau hortikultura, habitat atau ekosistem alami, atau manusia atau ternak. Sebagian besar gulma berbahaya telah masuk ke dalam suatu ekosistem karena ketidaktahuan, salah kelola, atau insiden. Beberapa gulma berbahaya merupakan gulma asli, meskipun banyak daerah mendefinisikannya sebagai gulma non-asli. Biasanya, gulma berbahaya adalah tanaman yang tumbuh agresif, berkembang biak dengan cepat tanpa pengendalian alami (herbivora asli, kimia tanah, dll.), dan menunjukkan dampak buruk melalui kontak atau konsumsi. Gulma berbahaya merupakan masalah besar di banyak belahan dunia, sangat memengaruhi bidang pertanian, pengelolaan hutan, cagar alam, taman, dan ruang terbuka lainnya.[1]
Banyak gulma berbahaya telah masuk ke wilayah dan negara baru melalui pengiriman pakan ternak dan benih tanaman yang terkontaminasi atau sengaja diperkenalkan sebagai tanaman hias untuk keperluan hortikultura.
Beberapa "gulma berbahaya", seperti ragwort, menghasilkan nektar dalam jumlah besar, yang berharga bagi kelangsungan hidup lebah dan penyerbuk lainnya, atau manfaat lain seperti makanan dan habitat larva inang. Di Amerika Serikat, pastinak liar Pastinaca sativa, misalnya, menyediakan batang tubular besar tempat beberapa spesies lebah berhibernasi, makanan larva untuk dua kupu-kupu swallowtail yang berbeda, dan kualitas bermanfaat lainnya.[2]
Beberapa gulma berbahaya atau beracun bagi manusia, hewan ternak, dan satwa liar. Lahan terbuka dan padang rumput dengan tanah terganggu dan terpapar sinar matahari terbuka seringkali lebih rentan. Oleh karena itu, melindungi hewan ternak dari gulma beracun di area makan utama mereka sangatlah penting. Terdapat gulma berbahaya yang ada di dalam laut, terestrial, dan parasit.[3]
Pemberantasan
Menurut para ahli pengendalian, terdapat metode kimia, fisik, dan lingkungan untuk memberantas gulma berbahaya. Cara-cara tersebut meliputi pencabutan seluruh gulma dari tanah[4], penyemprotan herbisida jika areanya luas[5], dan penggunaan mesin pembalikan tanah[4]. Menurut para petani, penggunaan kambing dapat menjadi cara yang lebih ramah lingkungan untuk membasmi gulma berbahaya, daripada menggunakan herbisida.[6][7] Selain itu, menanam kembali spesies asli secara berlebihan merupakan solusi jangka panjang dalam memberantas gulma berbahaya.[4]