Galur spesies yang semula dibiakkan untuk digunakan di akuarium telah membentuk populasi non-asli di perairan LautTengah, Amerika Serikat, dan Australia.[4] Tumbuhan ini adalah salah satu dari dua spesies alga yang terdaftar dalam 100 Spesies Asing Invasif Terburuk di Dunia yang disusun oleh Kelompok Spesialis Spesies Invasif IUCN.[5]
Pemerian
C. taxifolia berwarna hijau muda[5] dengan stolon (batang) di dasar laut, yang darinya muncul daun tegak bercabang jarang dengan tinggi sekitar 20–60 cm (8–24 inci).[6] Alga dalam genus Caulerpa mensintesis campuran toksin[7] yang disebut caulerpicin, yang diyakini memberikan rasa pedas pada tanaman. Efek toksin spesifik yang disintesis oleh C. taxifolia, caulerpenyne, telah dipelajari[8][9], dengan ekstrak dari C. taxifolia ditemukan berdampak negatif pada P-glikoprotein-ATPase pada spons lautG. cydonium.[10]
Seperti semua anggota genus Caulerpa, C. taxifolia terdiri dari sel tunggal dengan banyak inti. Alga ini telah diidentifikasi sebagai organisme bersel tunggal terbesar yang diketahui.[11]C. taxifolia tipe liar berumah satu.[12]
Penggunaan di akuarium
Spesies Caulerpa umumnya digunakan di akuarium karena kualitas estetikanya dan kemampuannya untuk mengendalikan pertumbuhan spesies yang tidak diinginkan.[13]C. taxifolia telah dibudidayakan untuk digunakan di akuarium di Eropa Barat sejak awal tahun 1970-an.[14] Klon alga yang tahan dingin diamati di akuarium tropis di Kebun Binatang Wilhelma di Stuttgart[15] dan selanjutnya dibiakkan dengan paparan bahan kimia dan sinar ultraviolet.[16] Kebun binatang tersebut mendistribusikan galur ini ke akuarium lain, termasuk Museum Oseanografi Monako.[17]
Galur akuarium ini secara morfologis identik dengan populasi asli spesies tersebut.[5] Namun, sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa populasi galur akuarium di dekat Caloundra, Australia, menunjukkan reproduksi seksual yang sangat berkurang, dengan hanya tanaman jantan yang hadir selama beberapa episode reproduksi.[18] Galur akuarium ini dapat bertahan hidup di luar air hingga 10 hari dalam kondisi lembap, dengan fragmen berukuran 1 cm yang mampu menghasilkan tanaman yang layak.[19]
Status sebagai spesies invasif
Di luar habitat aslinya, C. taxifolia terdaftar sebagai spesies invasif. Alga ini merupakan salah satu dari dua alga dalam daftar 100 spesies invasif terburuk di dunia yang disusun oleh Kelompok Spesialis Spesies Invasif IUCN (bersama Wakame). Spesies ini mampu berkembang biak di perairan yang sangat tercemar, yang mungkin berkontribusi terhadap penyebarannya di Mediterania.[20]
Kehadiran di Laut Tengah
Saat ini, mereka telah mengkolonisasi ribuan hektar dasar laut di Mediterania dan ditemukan dari Prancis hingga Kroasia, dan jangkauannya di Mediterania kemungkinan akan terus meluas. Galur invasif Caulerpa dapat menoleransi suhu air laut yang rendah dan dapat bertahan hidup di luar air, dalam kondisi lembap, hingga 10 hari. Alga ini dapat mengkolonisasi sebagian besar jenis substrat, termasuk batu, pasir, lumpur, dan padang lamun, dari kedalaman mulai dari kurang dari 1 meter hingga sekitar 12 meter.[21]
Galur invasif Caulerpa di Laut Mediterania melumpuhkan spesies alga, lamun, dan komunitas invertebrata sesil lainnya. Hal ini terjadi baik dengan cara mengungguli spesies lain dalam hal makanan dan cahaya, maupun karena efek toksik senyawa caulerpenyne yang terkandung dalam dedaunannya. Padang rumput Caulerpa yang luas telah mengurangi keanekaragaman spesies asli dan habitat ikan secara drastis. Ikan asli yang dapat memakan Caulerpa, seperti ikan bream Mediterania, mengakumulasi racun caulerpenyne dalam dagingnya, sehingga ikan ini tidak layak untuk dikonsumsi manusia.[21]
Kehadiran di Australia
Sebuah studi pada 2007 menemukan bahwa spesies moluska bivalvia asli terkena dampak negatif dari keberadaan C. taxifolia, tapi dampaknya tidak selalu berbeda dengan dampak yang ditimbulkan oleh spesies lamun asli. Sebuah studi pada 2010 menunjukkan bahwa dampak detritus dari C. taxifolia berdampak negatif terhadap kelimpahan dan kekayaan spesies.[22]
Daftar rujukan
↑Guiry, M.D.; Guiry, G.M. (2007). "Genus: Caulerpa taxonomy browser". AlgaeBase version 4.2 World-wide electronic publication, National University of Ireland, Galway. Diakses tanggal 2007-09-23.