Debut puisi Pasternak adalah Kembar dalam Awan (1913), diterbitkan oleh Lirika, sebuah perusahaan penerbitan kooperatif yang dibentuknya bersama 7 penyair. Saat Lirikia bubar, Pasternak bergabung dengan kelompok futuris Tsentrifuga, yang membuang tradisi demi inovasi dalam gaya dan persoalan dengan para penyair seperti Sergei Bobrov dan Vladimir Mayakovsky. Meski dipengaruhi unsur-unsur kota, simbolis, dan futuris, puisi-puisi awal Pasternak berbeda karena aliterasi, rima, irama, dan penggunaan metafora .
Ia menulis 2 buku pada 1917, Saudariku, Hidup serta Tema dan Variasi. Revolusi Bolshevik dan PD I menunda kemunculannya selama 5 tahun, selama saat di mana ia menerjemahkan drama-drama Heinrich von Kleist dan Ben Johnson serta syair-syari karya para ekspresionis Jerman. Saat diterbitkan pada 1922, Saudariku, Hidup memperoleh tempatnya di antara penulis utama masa itu. Bahasa tamsil dan idiomatiknya yang subur bertolak belakang dengan bentuk quatrinnya yang disiplin. Pada tahun yang sama Pasternak menikahi mahasiswi Lembaga Seni Evgeniya Lurye dan membawanya ke Berlin untuk tinggal dengan keluarganya, yang akan tetap menampung mereka. Inilah terakhir kali Pasternak melihatnya, karena lamaran izin berkunjungnya yang berulang-ulang ditolak. Pada 1923, pasangan ini dikaruniai anak lelaki bernama Evgenii. Akhirnya Pasternak menerbitkan Tema dan Variasi pada tahun yang sama.
Meski awalnya Pasternak menyambut baik Revolusi Bolshevik, kebrutalan pemerintahan baru itu membuatnya takut, sebuah pembalikan yang dinyatakan dalam kumpulannya Jalan Udara (1924), yang menunjukkan sikap tak acuhnya pada politik sebagai manusia utama dan perhatian seniman. Pemerintahan Uni Soviet yang baru itu di bawah Vladimir Lenin menyatakan bahwa seni harus memotivasi perubahan politik sedangkan Pasternak berpendapat bahwa seni berfokus pada kebenaran abadi daripada perhatian historis atau sosial. Atas sikapnya, ia menjadi pahlawan diam di antara para intelektual Uni Soviet. Tinggal di rumah susun yang hiruk pikuk di Moskva, ia terus pusi pendek, tetapi hingga pada kepercayaan bahwa penyair dan seniman tidak memiliki tempat yang pasti di masyarakat dan hanya bisa hidup sebagai orang luar. Selama 1920-an puisinya berubah dari lirik ke bentuk naratif dan epik, menyebutkan Revolusi Rusia 1905 di Penyakit Agung (1924), Letnan Schmidt (1927), dan Tahun 1905 (1927).
Gebrakan pertama Pasternak ke dalam prosa, Spektorsky (1931), menunjukkan pandangan dari kehidupan seorang penyair muda, yang menerima pasifitas dan fatalisme historis penulisnya sendiri dalam menghadapi Revolusi. Saat banyak penulis dan seniman patah semangat dan tergoda untuk bunuh diri, Pasternak percaya bahwa para penyair harus terus berkarya saat seni dan malahan spiritualisme tak lama bertahan. Ia menunjukkan teori ini melalui metafora "kelahiran kedua" judul kumpulan puisinya tahun 1932. Pasternak telah dikritik karena keberpusatan pada diri sendiri, sebuah sentimen yang diwujudkan dalam perkataan populer, "Segalanya berubah di bawah zodiak kita, hanya Pasternak yang tetap Pasternak." Sementara terlupa pada teror yang berlangsung di sekelilingnya, ia kebal akan dampaknya pada karyanya, berharap untuk menciptakan sesuatu yang teramat sangat.
Syair cinta Kelahiran Kedua juga menunjukkan perubahan dalam kehidupan pribadi Pasternak: ia jatuh cinta kepada Zinaida Neigauz, istri komponis Jerman Genrikh Neigauz. Akhirnya ia meninggalkan Evgeniya dan menikahi Zinaida. Sementara puisi-puisi itu mengekspresikan optimisme yang baru ditemukan dan rekonsiliasi unsur lirik dan sosial, kelahiran kembali kesenimanannya berumur pendek. Kelahiran Kedua dan otobiografinya Tindakan Penyelamatan (1931) ialah karya asli terakhir Pasternak sebelum negara melarangnya untuk menerbitkan, menganggap karya-karyanya tidak sesuai dengan tujuan komunisme. Pasternak terpaksa menjadi penerjemah sebagai mata pencahariannya yang lebih aman, bergelut dengan karya-karya klasik Johann Wolfgang von Goethe, Rilke, William Shakespeare, dan Paul Verlaine. Berhasil dan imbang, ia bisa membeli sebuah rumah di sebuah desa tepat di luar Moskow pada 1936, yang akan menjadi rumah utamanya selama sisa hidupnya. Di akhir 1940-an, ia juga menerjemahkan tragedi utama Shakespeare, dan ini tetap menjadi versi standar yang digunakan di Rusia.
Selama PD II, saat pasukan Hitler berbaris ke Uni Soviet, Pasternak menerbitkan 2 kumpulan puisi baru, Pada Awalnya (1942) dan Bumi yang Luas (1945). Pada 1945, puteranya dengan Zinaida, Adrian, meninggal, sebuah kehilangan yang membuatnya kehilangan dan kurang bergembira. Pada tahun berikutnya Pasternak jatuh cinta dengan Olga Ivinskaya, yang sejak itu menjadi isteri de facto-nya, meski ia tetap tinggal seatap dengan Zinaida. Olga mengilhami puisi-puisi cintanya kelak dan menjadi prototipe Lara di Dr. Zhivago.
Pasternak adalah salah satu penyair yang jarang terkenal semasa hidupnya. Jika ia melupakan satu macam di salah satu puisinya selama membaca, keriuhan akan membantunya. Selama perang, surat-surat yang diterimanya dari garis depan mengingatkannya pada pencapaian yang telah dicapai suaranya. Ia tidak ingin kehilangan kontak ini dengan massa maka Pasternak mulai mengerjakan novel yang memuja kebebasan, kemerdekaan, dan kembali ke agama Kristen yang akan menjadi Dr. Zhivago. Mendasarkan ceritanya pada pengalamannya sendiri pada masa perang dan revolusi, Pasternak menggunakan Yuri Zhivago sebagai corong kepercayaan filsafat dan artistiknya. Ia menampilkan ketidakmampuan Zhivago untuk memengaruhi nasibnya sebagai suatu kesalahan, tetapi sebagai tanda bahwa ia diperuntukkan untuk menjadi saksi artistik atas tragedi di usianya. Dengan teliti sang pengarang mengidentifikasi kesulitan Zhivago dengan kesulitan Yesus.
Himpitan ideologi pemerintahan pascaperang memaksa Pasternak mengerjakan karyanya diam-diam. Ditolak di Uni Soviet, Dr. Zhivago diselundupkan ke dunia Barat pada 1957 dan pertama kali diterbitkan dalam bahasa Italia dan kemudian dalam bahasa Inggris pada 1958. Novel epik tentang kehidupan dan cinta seorang dokter dan penyair Yuri Zhivago selama pergolakan politik di Rusia pada abad ke-20 dinyatakan sebagai gabungan gaya lirik, deskriptif, dan dramatik epik yang berhasil. Buku itu, yang berakhir dengan sebuah siklus puisi Zhivago, diterjemahkan ke dalam 18 bahasa.