Balthasar Kambuaya lahir di Ayamaru, Maybrat, Papua Barat, pada tanggal 9 September1956. Ia beragama Kristen, menikah dengan Yuliana Mosso. Mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu: Mayland KP Kambuaya, Edita Kambuaya, Abraham Kambuaya, David Kambuaya, dan Stenly Kambuaya.[3][4]
Pendidikan
Berth Kambuaya memulai pendidikan dasarnya di SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Kambuaya. Sekolah ini terletak di tanah kelahirannya, Ayamaru, Maybrat, Irian Barat. Kambuaya menamatkan pendidikan dasarnya pada tahu 1969. Selanjutnya, ia melanjutnya pendidikannya di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri Teminabuan, Sorong. Ia lulus pada tahun 1971. Selanjutnya, ia bersekolah di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Sorong, dan tamat pendidikan pada 1974.
Selain pendidikan formal, Kambuaya juga mengambil beberapa pendidikan non formal, diantaranya Training on Small Busines Development Universitas Hasanudin Makassar-Kodrat pada tahun 1986, Training on SME DevelopmentUniversitas Indonesia pada tahun 1987, Academic Networking and University Management di Texas A & M University, Amerika Serikat pada tahun 1999, dan Training on Risk Management di Singapura pada tahun 2006.
Karier
Akademisi
Balthasar Kambuaya memulai kariernya sebagai Asisten Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih (FE Uncen) pada tahun 1979. Dua tahun kemudian, ia resmi menjadi Dosen FE Uncen pada tahun 1981. Pada tahun 1985 sembari menjadi Dosen, ia juga menjabat sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) pada Lembaga Penelitian UNCEN.[5]
Selama 14 tahun dari tahun 1986, ia dipercaya sebagai Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Hukum, Ekonomi dan Sosial Universitas Cendrawasih (FIHES Uncen). Tahun 1986 hingga 1987, Kambuaya menjabat sebagai Pembantu Dekan I, kemudian tahun 1987 hingga 1991 menjadi Pembantu Dekan III. Selanjutnya, ia kembali menjadi Pembantu Dekan I FIHES Uncen dari tahun 1991 hingga tahun 2000.
Ia juga menjabat sebagai Director of Asian Development Bank of Project Implementation di UNCEN (1995-2000). Tahun 2001, ia diangkat menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih hingga tahun 2004. Kambuaya kemudian terpilih menjadi Rektor Universitas Cendrawasih tahun 2005 hingga tahun 2011.[6]
Peneliti
Kambuaya beberapa kali memimpin penelitian yang berlokasi di pulau Papua. Pada tahun 2002, ia menjadi Penanggungjawab Penelitian Inventarisasi Jenis Sumber-Sumber Pertambangan Provinsi Papua, Ketua Tim Peneliti Pengembangan dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Efisiensi Pemanfaatannya, dan melakukan penelitian pengembangan Small Bussiness di Papua. Setahun kemudian (2003), Kambuaya melakukan penelitian Enterpreneurial Behaviour Pengusaha Papua dan menjadi Ketua Tim Peneliti Inventarisasi Potensi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Papua
Pada tahun 2004, ia memimpin Tim Penelitian Pengembangan Pariwisata di Papua. Dua tahun kemudian (2006) Kambuaya menjadi Ketua Tim Penelitian Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Sorong Selatan.
Komisaris Bank
Balthasar Kambuaya ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisaris Bank Papua pada tahun 2000.
Politik dan pemerintahan
Setelah era reformasi, setelah pemberlakuan Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Tim Penyusunan UU Otonomi Khusus Papua pada tahun 2000. Setelah penyusuan regulasi, UU dikemas dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 dan diberlakukan pada tahun 2001.[7]
Pada tahun 2010, Komite Inovasi Nasional dibentuk oleh presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Lembaga ini diketuai oleh Muhammad Zuhal, mantan Menteri Riset dan Teknologi dan beranggotakan akademisi, ekonom, pengusaha dan rektor termasuk Balthasar Kambuaya.[3]