Pasal 2sampai 7 mencatat langkah-langkah yang diambil oleh Salomo untuk membangun Bait Suci.[3]
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini menurut catatan sejarah terjadi sekitar tahun 965 SM, yaitu setelah tahun ke-4 pemerintahan raja Salomo di di Kerajaan Israel.
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Maka selesailah segala pekerjaan yang dilakukan Salomo untuk rumah TUHAN itu. Kemudian Salomo memasukkan barang-barang kudus Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah. (TB)[4]
Perjanjian Lama memberikan banyak perhatian kepada Bait Suci karena pentingnya dalam memelihara iman Israel yang sejati dan persekutuan mereka dengan Allah. Kemah Suci ini penting, terutama dalam penafsiran tipologisnya bagi perjanjian yang baru.[3]
Ayat 6
Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. (TB)[5]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
12The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.