2 Tawarikh 16:7–14 = Teguran nabi Hanani dan perbuatan Asa di akhir hidupnya
Ayat 1
Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda. (TB)[4]
* "Tahun ke-36": menurut kronologi Thiele[5] ini dihitung sejak pecahnya Kerajaan Israel bersatu dan berdirinya Kerajaan Yehuda, yaitu terhitung sejak tahun pertama pemerintahan Rehabeam, karena Thiele memahami frasa "pemerintahan Asa" itu ditambahkan di kemudian hari sebagai penanda, mengingat tidak ada sinkronisme dengan kronologi Kerajaan Utara.[6] Saat itu sama dengan tahun ke-16 sejak Asa menjadi raja, yaitu antara September 895 sampai September 894 SM ("894 SM").[7]
Ayat 7
Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu, terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu." (TB)[8]
Asa gagal untuk terus bertekun dalam mencari Allah ketika usianya sudah lebih tua. Ialah contoh bagi semua orang percaya bahwa memang mungkin untuk jatuh dari kesetiaan kepada Allah sekalipun telah ikut ambil bagian di dalam pembaharuan rohani yang besar. Tiga bukti kemerosotan rohaninya diberikan dalam pasal ini.
Ia berhenti bersandar kepada Allah dan malahan memercayai sumber daya manusia (2 Tawarikh 16:7–9).
Ia menolak dan menganiaya nabi Allah (2 Tawarikh 16:10). Suatu tanda kemerosotan rohani yang tidak dapat disangkal ialah penolakan nabi-nabi Allah yang membawa firman teguran dan pembetulan dari-Nya (2 Tawarikh 16:7–10; lihat Lukas 6:23).
Ketika menderita secara jasmaniah, daripada mencari Allah dahulu untuk pengertian dan penyembuhan, dia hanya meminta bantuan para dokter yang mungkin menggunakan berbagai mantra dan obat-obat dari kekuatan gaib (2 Tawarikh 16:12).[9]
Ayat 8
[Hanani berkata kepada Asa:] "Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya." (TB)[10]
Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib. (TB)[11]
"Pada tahun ke-39 pemerintahannya": Menurut kronologiThiele,[5] berdasarkan "metode tahun naik tahta" (= tahun ke-40 "metode bukan tahun naik tahta' yang digunakan pada ayat sebelumnya) penyakit pada kaki Asa ini terjadi antara September 872 dan April 871 SM ("872 SM"), pada usia yang tidak diketahui.[12] Pada waktu itu Yosafat bin Asa telah dijadikan "raja bersama" (co-regent) dengan ayahnya sejak September 873 SM.[12]
Ayat 13
Kemudian Asa mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya. Ia mati pada tahun keempat puluh satu pemerintahannya, (TB)[13]
"Pada tahun ke-41 pemerintahannya": Menurut kronologiThiele,[5] berdasarkan "metode tahun naik tahta" Asa menjadi raja antara September 911 SM dan April 910 SM ("911 SM"), serta mati antara September 870 dan April 869 SM ("870 SM"), pada usia yang tidak diketahui.[14] Maka Yosafat, yang sudah menjadi "raja bersama" sebelumnya ("873 SM"),[12] dinobatkan menjadi raja sendirian atas Kerajaan Yehuda antara September 870 dan 869 SM, bersamaan dengan tahun ke-4 pemerintahan Ahab (1 Raja-raja 22:41).[15] Yosafat berusia 35 tahun saat menjadi "raja bersama" (1 Raja-raja 22:41; 2 Tawarikh 20:31).[15]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857