Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri.[4]
Salomo mewarisi dari Daud, ayahnya, kerinduan "untuk mendirikan suatu rumah bagi nama Tuhan". Salomolah yang akan melaksanakan maksud-maksud ayahnya itu. Warisan terbesar yang dapat ditinggalkan seorang ayah bagi putranya ialah keinginan kudus untuk melihat rumah dan kerajaan Allah didirikan dalam kemurnian, kebenaran, dan keadilan.[3]
Ayat 13-14
Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud.[5]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
12The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.