Kemudian Abia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Asa, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Pada zaman pemerintahannya negeri itu aman selama sepuluhtahun. (TB)[3]
"Aman selama 10 tahun": Menurut kronologiThiele,[4] masa pemerintahan Asa di mana negeri itu aman adalah pada tahun 910 SM sampai 900 SM.[5]
Ayat 3
Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. (TB)[6]
"Ia" adalah raja Asa. Sepanjang masa pemerintahan Rehabeam (2 Tawarikh 12:1–16) dan Abia (2 Tawarikh 13:1–22; 1 Raja–raja 15:1–8), penyembahan yang benar kepada Allah di Yehuda merosot sedangkan penyembahan berhala meningkat; berbagai tempat penyembahan berhala didirikan (1 Raja–raja 14:21–24; 15:3). Ketika Asa menjadi raja, ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala serta mendorong Yehuda untuk mencari Allah dan menaati perintah-perintah-Nya (2 Tawarikh 14:3–5).[7]
Ayat 9
Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa. (TB)[8]
Lalu Asa maju menghadapinya. Mereka mengatur barisan perangnya di lembah Zefata dekat Maresa. (TB)[9]
Ayat 13
lalu dikejar oleh Asa dan laskarnya sampai ke Gerar. Dari orang-orang Etiopia itu amat banyak yang tewas, sehingga tidak ada yang tinggal hidup, karena mereka hancur di hadapan TUHAN dan tentaranya. Orang-orang Yehuda memperoleh jarahan yang sangat besar. (TB)[10]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857