Beliau dikenal luas karena jabatan terakhirnya sebagai Jogugu Suwawa (setingkat kepala distrik atau penguasa adat), serta merupakan ayah kandung dari Pahlawan Nasional Indonesia, Nani Wartabone.[2]
Riwayat Karier
Selama masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, Zakaria Wartabone dipercaya mengemban berbagai posisi penting dalam struktur birokrasi lokal, antara lain:
Walaapulu Tapa
Marsaoleh Bone-Suwawa
Jogugu Suwawa
Keluarga dan Keturunan
Zakaria Wartabone lahir dari pasangan Nuku Wartabone (seorang *Walaapulu*). Dari pernikahan dan garis keturunannya, beliau melahirkan putra-putri yang kelak menjadi tokoh pergerakan dan birokrat penting di Indonesia, di antaranya:
Mansura Wartabone: Anak laki-laki tertua yang memegang peran penting dalam tatanan adat internal keluarga.
Zakaria Wartabone wafat pada tahun 1949 dalam usia 81 tahun. Jasadnya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang terletak di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.