Pendirian Kantor Perpustakaan
Seratus tahun lebih setelah cara pembuatan kertas dikenal, Jepang mulai memproduksi kertas secara massal. Menurut catatan Shōsōinmonjo (kantor penyimpanan koleksi buku kaisar), pusat industri kertas dibangun di Provinsi Misaka, Harima, Mino dan Echizen pada tahun 737.
Penulisan buku sejarah Jepang (Kojiki dan Nihon Shoki) serta penulisan Fudoki (buku catatan adat istiadat, budaya dan sejarah lokal) diwajibkan oleh undang-undang Taihōritsuryō. Pemerintah perlu mendirikan Zushoryō (Kantor Perpustakaan) untuk menyimpan buku-buku yang selesai ditulis dan membuat kertas.
Keseluruhan pegawai Kantor Perpustakaan berjumlah 34 orang, 20 orang di antaranya bertugas menyalin buku serta dokumen, sementara 4 orang pegawai bertugas membuat kertas. Kantor Perpustakaan juga menugaskan sejumlah ahli pembuat kertas untuk memproduksi kertas di 50 pusat pembuatan kertas (kamiko) yang tersebar di Provinsi Yamashiro. Pada waktu itu, target pembuatan kertas untuk keperluan pemerintah sejumlah 20.000 lembar per tahun, dan semuanya bebas pajak. Selain untuk keperluan pemerintah, semua kertas yang diproduksi dikenakan pajak.
Pada tahun 739, pemerintah mendirikan Kantor Transkripsi (Shakyōshi) sebagai pusat penyalinan dokumen, sehingga kebutuhan kertas semakin melonjak. Pada sekitar tahun 774, Kantor Perpustakaan menunjuk lebih banyak lagi provinsi sebagai pusat industri kertas. Pusat industri kertas didirikan di berbagai provinsi seperti di Misaka, Harima, Izumo, Tsukushi, Iga, Kazusa, Musashi, Mino, Shinano, Kōzuke, Shimotsuke, Echizen, Etchū, Echigo, Sado, Tango, Nagato, Kii, dan Ōmi.
Walaupun pusat industri kertas sudah tersebar di seluruh Jepang, jumlah kertas yang diproduksi masih sedikit sehingga kertas merupakan barang langka yang berharga mahal. Kertas belum pernah digunakan untuk keperluan sehari-hari dan rakyat biasa masih menulis di atas papan kayu bertulis(mokkan) yang berharga murah.
Jenis berdasarkan penggunaan
Menurut catatan Shōsōinmonjo, di Jepang diproduksi kertas berwarna dengan bahan pewarna alami dan kertas yang dicampur lembaran emas. Kertas juga dibuat dalam berbagai ukuran dan kualitas, panjang atau pendek, kertas ukuran setengah, hanshi (kertas untuk kaligrafi), dan uwagami (kertas pembungkus). Menurut penggunaannya, kertas terdiri dari kertas untuk menulis, kertas untuk menyalin dokumen, kertas halaman sampul, dan kertas tipis untuk shōji.