Perguruan tinggi ini pada awalnya berstatus sebagai universitas swasta sebelum kemudian beralih status menjadi universitas negeri melalui Keputusan Presiden pada tanggal 5 Juli2001.[1] Peresmian sebagai perguruan tinggi negeri dilakukan pada 23 Juli2001 oleh PresidenAbdurrahman Wahid.
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, Universitas Trunodjoyo Madura merupakan PTN ke-7 di provinsi tersebut. Perkembangan kualitas institusi ini ditandai dengan diraihnya akreditasi nasional peringkat "Unggul" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2024, sebagaimana tercantum dalam SK BAN-PT Nomor 1819/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2024.[2]
Universitas Trunodjoyo Madura dibangun di atas lahan seluas 28,5 hektare, yang terletak lima kilometer dari Pelabuhan Kamal Madura dan 15km dari Bangkalan.[3]
Sejarah
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan kelanjutan dari Universitas Bangkalan Madura (Unibang), sebuah institusi perguruan tinggi swasta yang didirikan pada tahun 1981 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kyai Lemah Dhuwur MKGR Bangkalan.[4] Pada awal masa operasionalnya sebagai perguruan tinggi swasta, Unibang hanya menyelenggarakan kegiatan akademik untuk tiga fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik.[5]
Seiring berjalannya waktu dan tuntutan pemerataan pendidikan tinggi di Pulau Madura, Unibang mengalami transformasi status kelembagaan. Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2001 yang diterbitkan pada tanggal 5 Juli2001, institusi ini resmi beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Perubahan status ini menjadikan UTM sebagai perguruan tinggi negeri ke-7 yang beroperasi di wilayah Jawa Timur.[6] Pemilihan nama "Trunojoyo" diambil dari nama tokoh pahlawan dari Madura, Pangeran Trunojoyo, sebagai bentuk penghormatan atas semangat perjuangannya yang menjadi inspirasi dan nilai bagi sivitas akademika kampus.
Peresmian pergantian nama sekaligus operasional awal sebagai PTN diselenggarakan pada tanggal 23 Juli2001. Dalam acara peresmian tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara langsung memberikan sambutan kenegaraan. Beliau menyatakan bahwa beralihnya status institusi ini menjadi Universitas Trunojoyo Madura merupakan wujud nyata pencapaian dari salah satu impian terbesar masyarakat Madura untuk memiliki universitas negeri di pulaunya sendiri.[7]
Dalam perkembangannya, pertumbuhan UTM turut didukung oleh integrasi kawasan, khususnya setelah diresmikannya Jembatan Nasional Suramadu pada tahun 2009. Kampus UTM yang menempati area seluas kurang lebih 30 hektare ini berlokasi di lingkungan Kabupaten Bangkalan, yang secara tata ruang masuk ke dalam satuan wilayah pengembangan metropolitan Gerbangkertasusila (perluasan kota Surabaya).[8] Sejak proses penegeriannya hingga kini, UTM telah berekspansi secara pesat dari 3 fakultas awal hingga berhasil mengelola 8 fakultas yang menaungi lebih dari 35 program studi pada jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana.
Identitas
Logo Resmi Universitas Trunodjoyo Madura 2026
Lambang
Lambang Universitas Trunojoyo Madura merupakan representasi nilai filosofis yang mencerminkan jati diri, sejarah, serta semangat perjuangan sivitas akademika. Setiap unsur dalam lambang memiliki makna sebagai berikut:
Bingkai segi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bintang berpenjuru delapan melambangkan kebesaran Majapahit dalam konsep Cakra Surya Kencana, yang mencerminkan wawasan Nusantara. Hal ini selaras dengan semangat perjuangan Pangeran Trunojoyo dalam memperjuangkan persatuan wilayah.
Tombak melambangkan keberanian dan semangat juang Pangeran Trunojoyo dalam melawan penjajahan.
Luk tiga melambangkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Cakra melambangkan kebesaran wilayah Bangkalan sebagai identitas lokal universitas.
Buku melambangkan sumber ilmu pengetahuan dan kegiatan akademik.
Perahu Lés-Alés' melambangkan semangat perjuangan masyarakat Madura yang tercermin dalam ungkapan "Abhental ombek asapo angin" (berbantalkan ombak dan berselimutkan angin).
Himne dan Mars Universitas Trunojoyo Madura
Himne
Satukan tekad bersama membangun tanah pusaka Menjunjung tinggi cita mulia Giat belajar dan berkarya Demi mewujudkan cita-cita kita semua
Bertakwa kepada Tuhan, teguhkan iman di dada Berjanji setia Pancasila Curahkan segala harapan Bangkitkan semangat untuk menggapai masa depan
Wahai ksatria, jasakan baktimu Siap selalu berjuang untuk bangsa dan negara Indonesia jaya
Mars
Terpatri sudah semua di dalam dada Senada dengan cita bangsa Menggapai masa depan ceria Rakyat cerdas dan berbudi mulia Membangun negara
Sejalan dengan UUD Empat Lima Membahanakan gema kata Mencerdaskan kehidupan bangsa kita Demi negara Indonesia jaya, negara pusaka
Negara pusaka, mari tuntut ilmu bersama Universitas Trunojoyo Madura siap sedia Kelak kita baktikan diri Terhadap nusa dan bangsa Berkarya dan sikap perwira
Almamater tak 'kan lupa Universitas Trunojoyo Madura tercinta Menjunjung tinggi harkat semua pribadi Semoga selalu berjaya
Fakultas, program studi, dan akreditasi
Universitas Trunojoyo Madura memiliki akreditasi institusi dengan peringkat Unggul dari BAN-PT. Selain itu, sejumlah program studi juga telah memperoleh akreditasi nasional dari BAN-PT maupun lembaga akreditasi mandiri, serta sebagian telah meraih akreditasi internasional dari FIBAA.[1]
Universitas Trunojoyo Madura telah melahirkan sejumlah alumni yang berkiprah di tingkat regional maupun nasional, khususnya dalam bidang politik, pemerintahan, dan industri kreatif.
Beberapa alumni yang dikenal antara lain:
Slamet Ariyadi – politikus Indonesia dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur XI sejak 2019. Ia merupakan alumni Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura dan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UTM.
Nopek Novian – komika dan kreator konten asal Madiun yang dikenal melalui ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI IX), serta aktif dalam industri hiburan digital dan perfilman Indonesia.
Ach Zahid – aktivis mahasiswa dan Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura tahun 2018 yang dikenal melalui pencapaian Rekor MURI dalam kegiatan pembentangan bendera merah putih terpanjang bersama ribuan mahasiswa.
Selain itu, alumni Universitas Trunojoyo Madura juga banyak berkontribusi sebagai:
pejabat daerah dan aparatur sipil negara di wilayah Madura dan Jawa Timur,
akademisi dan tenaga pendidik di berbagai institusi pendidikan,
wirausahawan dan pelaku industri kreatif,
serta aktivis sosial dan organisasi kepemudaan.
Kontribusi tersebut menunjukkan peran alumni Universitas Trunojoyo Madura dalam pembangunan daerah maupun nasional.